RADARINDO.co.id – Jakarta : Menteri BUMN, Erick Thohir, menyinggung tentang industri kelapa sawit khususnya swasta yang ketiban untung. Namun, hal sebaliknya dialami PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang malah “buntung” menanggung utang hingga mencapai US$ 3,1 miliar atau Rp 47 triliun.
Baca juga : PPATK : Sumber Dana TPPU Didominasi Kasus Korupsi dan Narkotika
“Yang luar biasa juga di PTPN ini, utang Rp 47 triliun. Padahal yang namanya industri kebun kelapa sawit swasta untung. Ini malah utang besar,” katanya beberapa waktu lalu, dilansir dari detik.
Pihaknya pun berupaya memperbaiki utang tersebut. Ia juga ingin agar bank percaya jika prosesnya dilakukan secara benar. Erick mengatakan, ada beberapa tahap memperbaiki kinerja PTPN, salah satunya konsolidasi dengan memangkas jumlah direksi.
“Kemarin konsolidasi bagaimana PTPN III menjadi holding, itu sempat ribut, ketika terjadi efisiensi, bayangkan di direksi PTPN I, II, IV, sampai XII. Kalau masing-masing sekarang tinggal satu direksi, ada 3-4 direksi yang dipotong,” katanya.
Baca juga : Holding Perkebunan Gandeng Perusahaan Jepang Bikin Pabrik Bahan Bakar dari Limbah Sawit
Meski begitu, Erick mengatakan bahwa efisiensi ini berjalan dengan baik dan programnya pun berjalan, salah satunya melalui refocusing kelapa sawit.
PTPN yang tadinya rugi Rp 1,6 triliun hingga Agustus 2020, kini untung Rp 2,3 triliun hingga Agustus 2021. PTPN juga akan fokus di industri gula dengan membentuk SugarCo sebab selama ini Indonesia masih impor gula konsumsi. (KRO/RD/DTK)







