“Modal” Maju Pilkada, Dosen UIN Cetak Upal Rp1000 Triliun

RADARINDO.co.id – Makassar : Diduga untuk “modal” maju pemilihan kepala daerah (Pilkada), Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Andi Ibrahim, nekat mencetak uang palsu (upal). Bahkan, Andi Ibrahim bersama “antek-anteknya”, nekat mencetak uang palsu yang jumlahnya cukup fantastis, yakni Rp1000 triliun.

Disebut-sebut, tidak ada satu partai pun yang berminat untuk “meminang” Andi dalam pencalonannya maju Pilkada. Kini, malah penjara yang “berminat dan siap” menampungnya.

Baca juga: Kejari Fak Fak Tetapkan Eks Direktur Perumda Tirta Pala Tersangka Korupsi

“Cukup menarik barang buktinya, nilainya ini triliunan,” ujar Kapolda Susel, Irjen Pol Yudhiawan Wibisono, dalam konferensi pers di Mapolres Gowa, Jalan Samsuddin Dg Tunru, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mengutip tribunmedan, Jum’at (20/12/2024).

Menurutnya, tersangka Andi Ibrahim cs juga memproduksi obligasi. “Ada mata uang rupiah. Ada 556 lembar mata uang rupiah belum dipotong, ada juga mata uang korea. Ada juga 1 lembar sertifikat deposit nilainya Rp45 triliun, 1 lembar surat berharga SBN senilai Rp700 triliun,” ujarnya.

Baca juga: Korupsi BOK dan Jaspel, Aset Milik Eks Kadis Kesehatan Tapteng Disita

Tak hanya itu, pihaknya juga menyita alat bukti lainnya berupa mesin cetak seharga Rp600 juta yang dibeli tersangka dari Surabaya, dan berasal dari China.

Dalam kasus tersebut, belasan tersangka ditangkap polisi. Termasuk Dosen UIN Alauddin Makassar, Andi Ibrahim yang rencananya maju sebagai calon Bupati Barru di Pilkada 2024. (KRO/RD/Trb)