RADARINDO.co.id – Medan : Holding Perkebunan PTPN III (Persero) meluncurkan aplikasi Eco Cycle di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Pagar Merbau, Regional II Sumatera Utara, baru-baru ini.
Inovasi digital berbasis prinsip circular economy ini, bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah di industri perkebunan, khususnya pada sektor kelapa sawit, karet, dan tebu.
Baca juga: Kapolri Silaturrahmi ke Ponpes Al-Kautsar
Aplikasi ini dirancang untuk mendukung efisiensi pengelolaan limbah organik sekaligus membuka peluang komersialisasi residu kebun dan pabrik. Selain itu, Eco Cycle memungkinkan pemantauan data secara real-time, menciptakan tata kelola limbah yang lebih akuntabel dan terintegrasi.
Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menjelaskan bahwa Eco Cycle menjadi salah satu bagian dalam transformasi industri perkebunan menuju arah yang lebih hijau dan efisien.
Teknologi ini, selain sebagai alat bantu pelaporan, juga merupakan sebuah sistem yang menyatukan aspek lingkungan, operasional, dan ekonomi dalam satu platform digital.
“Eco Cycle akan menjadi soko guru pengelolaan limbah berbasis data. Inisiatif ini menjadi bentuk nyata tanggungjawab lingkungan dari PTPN,” ujar Denaldy dalam keterangan tertulisnya yang diterima RADARINDO.co.id, Senin (14/7/2025).
Sementara, Ugun Untaryo yang hadir mewakili Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menjelaskan bahwa penerapan Eco Cycle di lingkungan PalmCo akan menjadi lompatan besar dalam digitalisasi pengelolaan limbah berbasis prinsip ekonomi sirkular.
Dengan sistem yang terintegrasi, pengambilan keputusan di lapangan dinilai akan jauh lebih cepat dan tepat, khususnya dalam mengelola sisa produksi seperti tandan kosong, limbah cair (palm oil mill effluent), hingga abu boiler.
“Dengan Eco Cycle, kami bisa memantau secara menyeluruh titik-titik penghasil limbah dan langsung menganalisis potensi pemanfaatannya. Ini membuka ruang besar bagi pengembangan energi alternatif, efisiensi biaya, dan potensi komersialisasi limbah,” terangnya.
Ugun menyebut bahwa aplikasi ini akan memperkuat posisi PalmCo dalam aspek ESG (Environmental, Social, Governance), serta mendukung pencapaian Proper Emas dan sertifikasi pengurangan emisi gas rumah kaca.
Eco Cycle juga disebutnya sebagai langkah konkret untuk mendukung strategi dekarbonisasi PTPN Group dalam menghadapi tantangan industri masa kini. Ugun menilai bahwa pemilihan PKS Pagar Merbau sebagai lokasi peluncuran sangat tepat.
“Kebun Pagar Merbau yang menjadi tuan rumah peluncuran ini kami pandang sangat ideal. Selain memiliki potensi besar, kebun ini juga menunjukkan semangat transformasi yang tinggi. Seluruh jajaran di sini telah bersiap dan menyambut inisiatif ini dengan antusias,” ujarnya.
Baca juga: MUI Sumut Gelar Semarak Muharram 1447 H
Peluncuran Eco Cycle juga menjadi momentum kolaborasi lintas entitas di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara.
Aplikasi ini dirancang untuk bisa diimplementasikan di lingkungan PTPN baik PalmCo dengan komoditas utama sawit, PTPN I SupportingCo yang menangani komoditas karet dan lainnya, serta PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) yang berfokus pada komoditas tebu. (KRO/RD/Tim)







