RADARINDO.co.id-Medan: Selain Kepala Bapenda Provinsi Sumatera Utara, yang belum bersedia menjelaskan alasan tersebut. Pihak Forkopimda juga masih malu – malu kucing untuk menjelaskan alasan -alasan anggaran dan realisasi PAD. Tidak sampai disitu, DPRD Provinsi Sumatera Utara ikut “sakit gigi”, fungsi pengawasan dan monitoring sebagai wakil rakyat tak bisa berbuat apa- apa alias NATO mirip bayi ajaib lahir prematur.
Baca juga : Polda Sumut Diminta Periksa Dirut RSUD Perdagangan Terkait Anggaran Listrik Tahun 2023
Terdapat, Pendapatan Asli Daerah (PAD) lain -lain yang sah dari hasil penjualan BMD daerah yang tidak dipisahkan TA2022 dan TA2021 antara lain:
- Hasil penjualan BMD Daerah yang tidak dipisahkan TA2022 Rp31.729.771.466 terealisasi Rp9.368.987.729 dan TA2021 terealisasi Rp5.277.241.214.
- Penerimaan Jasa Giro TA2022 sebesar Rp72.750.000.000 terealisasi Rp40.397.554.656,35 dan TA2021 terealisasi Rp29.719.068.624.
- Tuntutan Ganti Rugi Kerugian Daerah TA2022 Rp40.000.0000 terealisasi Rp19.303.000 dan TA2021 terealisasi Rp21.800.000.
- Penerimaan Komisi, Potongan atau bentuk lain TA2022 Rp24.991.500.000 terealisasi Rp25.643.677.000 dan TA2021 terealisasi (Rp0).
- Pendapatan denda atas keterlambatan pelaksanaan pekerjaan TA2022 Rp44.102.118.508 terealisasi Rp13.952.350.154,01 dan TA2021 terealisasi Rp671.580.629,25.
- Pendapatan denda pajak TA2022 Rp135.537.160.876 terealisasi Rp58.705.183.947 dan TA2021 terealisasi Rp60.737.208.576.
- Pendapatan pengembalian TA2022 Rp67.225.814.895 terealisasi Rp57.260.029.396,84 dan TA2021 terealisasi Rp35.422.623.453,62.
- Pendapatan BLUD TA2022 sebesar Rp80.000.000.000 terealisasi Rp74.813.463.682,10 dan TA2021 terealisasi Rp116.680.707.132.
Total pendapatan lain-lain PAD yang sah TA2022 Rp280.160.549.565,30 dan TA2021 Rp260.530.229.629,57.
(KRO/RD/01).







