PAD Pemprov Sumut “Bocor” Konon Lewat Dapur Sumur Kasur (2)

33

RADARINDO.co.id-Medan: Selain Kepala Bapenda Provinsi Sumatera Utara, yang belum bersedia menjelaskan alasan tersebut. Pihak Forkopimda juga masih malu – malu kucing untuk menjelaskan alasan -alasan anggaran dan realisasi PAD. Tidak sampai disitu, DPRD Provinsi Sumatera Utara ikut “sakit gigi”, fungsi pengawasan dan monitoring sebagai wakil rakyat tak bisa berbuat apa- apa alias NATO mirip bayi ajaib lahir prematur.

Baca juga : Polda Sumut Diminta Periksa Dirut RSUD Perdagangan Terkait Anggaran Listrik Tahun 2023

Terdapat, Pendapatan Asli Daerah (PAD) lain -lain yang sah dari hasil penjualan BMD daerah yang tidak dipisahkan TA2022 dan TA2021 antara lain:

  1. Hasil penjualan BMD Daerah yang tidak dipisahkan TA2022 Rp31.729.771.466 terealisasi Rp9.368.987.729 dan TA2021 terealisasi Rp5.277.241.214.
  2. Penerimaan Jasa Giro TA2022 sebesar Rp72.750.000.000 terealisasi Rp40.397.554.656,35 dan TA2021 terealisasi Rp29.719.068.624.
  3. Tuntutan Ganti Rugi Kerugian Daerah TA2022 Rp40.000.0000 terealisasi Rp19.303.000 dan TA2021 terealisasi Rp21.800.000.
  4. Penerimaan Komisi, Potongan atau bentuk lain TA2022 Rp24.991.500.000 terealisasi Rp25.643.677.000 dan TA2021 terealisasi (Rp0).
  5. Pendapatan denda atas keterlambatan pelaksanaan pekerjaan TA2022 Rp44.102.118.508 terealisasi Rp13.952.350.154,01 dan TA2021 terealisasi Rp671.580.629,25.
  6. Pendapatan denda pajak TA2022 Rp135.537.160.876 terealisasi Rp58.705.183.947 dan TA2021 terealisasi Rp60.737.208.576.
  7. Pendapatan pengembalian TA2022 Rp67.225.814.895 terealisasi Rp57.260.029.396,84 dan TA2021 terealisasi Rp35.422.623.453,62.
  8. Pendapatan BLUD TA2022 sebesar Rp80.000.000.000 terealisasi Rp74.813.463.682,10 dan TA2021 terealisasi Rp116.680.707.132.

Total pendapatan lain-lain PAD yang sah TA2022 Rp280.160.549.565,30 dan TA2021 Rp260.530.229.629,57.

(KRO/RD/01).