RADARINDO.co.id – Simalungun : Proyek pemagaran Kepabeanan sepanjang 12.000×2 meter di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, dianggap membahayakan warga sekitar. Pasalnya, proyek yang menelan anggaran senilai Rp600 miliar itu terindikasi dikerjakan asal jadi dan tidak berkualitas.
Baca juga : Desa Cingkram Menuju Rimo Direndam Banjir
Disebut-sebut, proyek pemagaran Kepabeanan mengelilingi KEK Sei Mangkei tersebut dilaksanakan oleh PTPN III (Persero) bekerjasama dengan PT Kinra, sebagai bentuk implementasi rencana penetapan Kawasan Pabean di KEK Sei Mangkei, sesuai PMK nomor 33/MK.01/2021 dan Peraturan Dirjen Bea Cukai nomor PER-2/BC/2021.
Dari pantauan dilokasi, Senin (08/5/2023), pengerjaan pagar Kepabeanan KEK Sei Mangkei yang berada tepat di sebelah Masjid Agung Perdagangan, Bandar tersebut, timbunan tanah urug setinggi lebih kurang 3 meter tampak seperti rawan longsor dan akan ambruk.
Keretakan tanda akan terbelah dua sudah mulai terlihat di beberapa titik. Diperkirakan, hal itu terjadi karena kurangnya pemadatan oleh Vendor pelaksana saat proses penimbunan dilakukan. Padahal, tepat dibagian tengah timbunan tanah urug tersebut akan dilakukan penggalian untuk lubang pondasi pagar panel Beton Pricest.
Muhadi, salah seorang warga Lingkungan Vlll Perdagangan Sebrang, menyebut bahwa sejak awal dirinya telah meragukan kualitas pelaksanaan pemadatan tanah untuk lubang pondasi pagar pabeanan tersebut. Pasalnya, selain tanah yang digunakan bukan tanah urug sesuai aturan, proses pemadatan juga dinilai belum memenuhi Standar.
“Terbukti, belum dilakukan penggalian pondasi, kini sudah tampak retak di sana-sini, bahkan seperti akan terbelah dua. Apakah nantinya lubang pondasi seperti ini akan mampu menahan atau menopang beban beton pricest,” ungkap Muhadi.
Menurut Muhadi, pembangunan pagar pabeanan di lingkungan padat penduduk itu akan sangat beresiko bagi keselamatan warga. Apalagi bersebelahan dengan Mesjid Agung dan Islamic Center yang menjadi pusat keramaian bagi umat Muslim. Belum lagi adanya deretan kios-kios warga di sepanjang bahu jalan menuju Simpang Mayang.
Baca juga : Satgas Pokdarkamtibmas Bhayangkara Poldasu Sumbang 20 Sak Semen Ke Musholla M. Jamin
“Siapa yang akan bertanggungjawab kalau pagar panel beton pricest tiba-tiba ambruk dan menimpa warga?. Dengan ketinggian pagar sudah hampir mencapai 5 meteran akan sangat mengkhawatirkan bagi keselamatan warga,” papar Muhadi.
Terkait hal tersebut, hingga berita ini dipublikasikan, pihak manajemen pengelola Kawasan Industri Sei Mangkei belum dapat dikonfirmasi. (KRO/RD/DHASAM)







