Palembang di Guyur Hujan Es, Begini Kata BMKG

RADARINDO.co.id-Palembang : Hujan es mengguyur salah satu kecamatan di Kota Palembang, Sumatera Selatan, saat musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan banyak faktor yang menyebabkan hujan es tersebut.

Baca juga : Pj Walikota Padangsidimpuan Sidak Pasar Pajak Batu

“Hujan es yang terjadi di wilayah Kota Palembang disebabkan oleh suhu muka laut di perairan Sumatera bagian Timur yang cukup hangat berkisar 30-31 derajat Celcius,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, melansir tempo, Senin (06/11/2023).

Hujan es, ujar dia, bisa juga disebabkan oleh anomali suhu muka laut di sekitar perairan Sumatera bagian timur berkisar 1.0-2.0°C yang menambah pasokan uap air di wilayah Sumatera Selatan.

Siswanto mengatakan, pihaknya mendapatkan kabar adanya hujan es melalui postingan warga di media sosial. Hujan es terjadi di wilayah Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang. Dalam kejadin tersebut tidak ada korban jiwa dan juga harta.

Fenomena hujan es biasa terjadi ketika suatu wilayah sedang memasuki musim pancaroba atau musim peralihan. Karakteristik cuaca pada musim pancaroba atau musim peralihan adalah sangat dimungkinkan muncul fenomena cuaca hujan yang turun dengan intensitas sedang hingga lebat.

Bahkan, kata Siswanto, akan sering terdengar suara gemuruh di atap seng daam waktu yang singkat yang disertai dengan angin kencang maupun sambaran petir, bahkan kemunculan adanya fenomena hujan es. “Masih ada kemungkinan hujan es akan kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan,” kata Siswanto.

Baca juga : Pj Walikota Padangsidimpuan Serahkan Bantuan kepada Penyandang Disabilitas

Lebih lanjut Siswanto menerangkan, bila terdapat pola konvergensi yang memanjang di wilayah Pulau Sumatera bagian Timur, serta kelembapan udara lapisan 850 – 500 mb di wilayah Kota Palembang berkisar antara 60% – 80%.

Menurut Siswanto, kejadian hujan es dipicu akibat pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) sehingga menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang-lebat secara tiba-tiba disertai es yang terjadi di wilayah tersebut.

Berdasarkan data curah hujan di AWS/ARG terdekat, yaitu ARG Jakabaring tercatat curah hujan pukul 16.20 WIB adalah 13,4mm.

Berdasarkan data analisis cuaca terakhir, potensi cuaca ekstrem di wilayah Sumatera Selatan masih akan berlangsung 1-2 hari ke depan, terutama di wilayah Sumatera Selatan bagian tengah, barat dan utara. “Masyarakat diimbau untuk selalu mengupdate informasi cuaca setiap saat terutama dalam masa peralihan musim di awal bulan November ini.” (KRO/RD/Tmp)