Medan  

Para Anak Didik Terkadang Sulit Fahami Materi, Ini Sebabnya

RADARINDO.co.id – Medan : Proses belajar mengajar terkadang tidak efektif karena sebagian guru belum sepenuhnya memanfaatkan berbagai benda di sekitar yang dapat digunakan sebagai media praktikum untuk membantu proses pembelajaran.
Sebagai contoh untuk membuat siswa memahami konsep perpindahan kalor pada mata pelajaran IPA di sekolah dasar, seharusnya dapat menggunakan alat sederhana sebagai media praktikum agar materi tersebut lebih mudah dipahami oleh siswa.

Baca juga : Bupati Inhil Dukung Pemekaran Insel dan Inhu

Pada Pembelajaran Kelas V SD misalnya, terdapat muatan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Diantara kompetensi yang dibahas adalah menerapkan konsep perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari dan melaporkan hasil pengamatan tentang perpindahan kalor.

Meskipun sederhana, materi tersebut terkadang sulit dipahami oleh siswa. Buktinya, dari beberapa kali pembelajaran materi perpindahan kalor yang dilakukan di kelas V SD Negeri 02 Taman, banyak siswa merasa kesulitan dalam memahami macam-macam perpindahan kalor tersebut.

Hal ini disebabkan tingkat pemahaman siswa yang rendah terhadap jenis-jenis bahan yang termasuk dalam perpindahan kalor. Sedangkan guru tidak menggunakan media atau alat peraga pembelajaran, kurang siapnya siswa dengan materi yang diberikan dan seringkali guru juga mendominasi pada saat pembelajaran berlangsung.

Penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan keterlibatan dan antusiasme siswa dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, dengan menggunakan media praktikum, diharapkan aktivitas siswa dapat dioptimalkan. Dan dengan penggunaan media diharapkan hasil belajar siswa meningkat dan ketuntasan belajar siswa dapat tercapai.

Sebelum praktikum dalam sebuah pembelajaran, guru perlu memberi pengarahan tentang tujuan pembelajaran, langkah-langkah, dan alat serta bahan yang dipergunakan dalam praktikum.

Guru harus memberikan kesempatan siswa agar dapat mengalami sendiri, mengikuti proses, mencoba mengerjakan sesuatu untuk membuktikan dan menarik kesimpulan tentang suatu objek atau hasil percobaan.

Baca juga : JPU Tanggapi Banding Para Terdakwa Kasus Pembunuhan Berencana

Dalam praktikum untuk memahami konsep perpindahan kalor, siswa perlu mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan meliputi sebuah lilin, air, korek api, sendok aluminium, plastisin, dan gelas plastik.

Langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam melakukan praktikum tersebut, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok beranggotakan 4-5 anak. Kemudian, guru memberikan tugas untuk masing-masing kelompok untuk menyalakan lilin.

Selanjutnya, guru bersama siswa memberikan koreksi serta nilai hasil laporan dari masing-masing kelompok. Setelah melakukan praktikum sederhana ini, dapat disimpulkan mampu meningkatkan keaktifan belajar peserta didik dan meningkatkan pemahaman siswa pada materi perpindahan panas. (KRO/RD/Tim)