RADARINDO.co.id – Sumut : PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 1 menyalurkan bantuan mesin penepung untuk membuat briket arang dari bonggol jagung di Desa Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, setelah sebelumnya meresmikan Program Desa Bebas Karbon.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pelindo dalam mendukung upaya pemerintah mengurangi emisi karbon, memperkuat ketahanan lingkungan desa, serta menciptakan model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Baca juga: Polda Sumut Bentuk Tim Audit Terkait Informasi Viral
Program yang dijalankan yakni, dengan memanfaatkan limbah bonggol jagung untuk kemudian diolah menjadi briket arang yang kemudian bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.
Awalnya, kelompok binaan PT Pelindo diajarkan secara manual dalam proses pembuatannya. Hasil pembakaran bonggol jagung dihaluskan secara manual menggunakan alat penumbuk. Setelah itu kemudian dicetak menjadi briket arang.
Melihat ketekunan masyarakat yang tergabung dalam kelompok binaan Pelindo bernama Marsada Tani Huta Tinggi, maka bantuan bergulir selanjutnya dikucurkan dalam bentuk bantuan mesin penepung.
Manager Hukum dan Humas Pelindo Regional 1, Fadillah Haryono menjelaskan, bantuan yang dikucurkan PT Pelindo akan dilakukan secara bertahap.
“Pertama kami memberikan pelatihan untuk membangun knowledge para kelompok. Setelah itu kami lanjutkan pendampingan untuk proses pembuatan secara sederhana terlebih dahulu untuk membangun kebiasaan baru. Dalam satu pekan kelompok didampingi proses belajaranya melalu pendamping kami sebanyak dua kali dalam satu minggu,” jelasnya dalam keterangan diterima, Selasa (25/11/2025).
Kelompok binaan ini lanjutnya, akan diberikan bantuan lanjutan berupa peralatan lengkap dalam pembuatan briket seperti tungku pirolisis, mesin pengaduk hingga mesin cetak briket.
“Harapannya, tersebut bisa menjadi penambahan ruang kerja baru bagi masyarakat, khususnya di Desa Huta Tinggi Samosir,” ujarnya.
Parelli Situmorang, petani jagung bagian dari kelompok binaan Marsada Tani Huta Tinggi, merupakan salah satu penerima manfaat yang sangat antusias dalam mengikuti program itu.
“Kami berterimakasih kepada Pelindo yang sudah memberikan pengetahuan kepada kami kalau bonggol jagung ini ternyata bermanfaat. Selama ini siap panen hanya saya bakar. Ternyata bisa diolah menjadi produk.” ujar Parelli.
Baca juga: RUPS LB Bank Sumut Hasilkan Sejumlah Keputusan Strategis
Pendamping Program Desa Bebas Karbon, Rizki Damanik, menjelaskan kalau saat ini kelompok binaan PT Pelindo Regional 1 sudah berhasil membuat 784 briket arang atau setara 65 kg briket.
“Ditargetkan menjelang akhir tahun kelompok binaan Pelindo bisa membuat 100 kg briket. Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi kelompok masyarakat, karena mayoritas mereka juga aktif berprofesi sebagai petani,” jelasnya. (KRO/RD/Lubis)







