Pemkab Batu Bara Berencana Olah Kulit Buaya Menjadi Produk UMKM

52 views

RADARINDO.co id – Batu Bara : Pemerintah kabupaten Batu Bara melakukan Audiensi dengan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kulit, Karet dan Plastik (BBSPJIKKP) di Yogyakarta, pada Jumat (24/06/2022).

Kunjungan kerja rombongan dari Pemkab Batu Bara ini dipimpin Wakil Bupati Batu Bara Oky Iqbal Frima, SE, didampingi Sekretaris Daerah H. Sakti Alam Siregar, SH, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Arif Hanafiah, dan disambut oleh Kepala BBSPJIKKP Ir. Agus Kuntoro, MTA.

Baca juga : STIE Bina Karya Tebing Tinggi Wisuda 71 Mahasiswa dan 130 Mahasiswi

Kunjungan ini dalam hal pencarian informasi dan ilmu atau pemahaman serta study tour terkait pengelolaan produk UMKM yang berasal dari kulit buaya, guna meningkatkan PAD Batu Bara.


Seperti diketahui Kabupaten Batu Bara memiliki salah satu potensi produk lokal penangkaran buaya berada di Desa Simpang Gambus, Kecamatan Lima Puluh. Saat ini Pemkab Batu Bara akan memaksimalkan potensi tersebut menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis lebih tinggi.

Hal ini dalam rangka mendukung program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri, sehingga Pemkab Batu Bara berupaya mendorong pengembangan salah satu potensi pengolahan kulit buaya oleh para pelaku UMKM di Kabupaten Batu Bara.

Melalui audiensi ini Pemkab Batu Bara berharap tidak ada kendala terkait legalitas pengolahan kulit buaya. Kemudian diharapkan masyarakat di wilayah penangkaran buaya Desa Simpang Gambus dapat memiliki UMKM yang mampu mengolah dan memasarkan produk kulit buaya seperti dompet, ikat pinggang, dan lain sebagainya. Untuk menjadikan masyarakat Batu Bara sebagai masyarakat industry yang sejahtera, mandiri dan berbudaya.

Baca juga : Kadis PPKBPP& PA Asahan Tak Becus Urus Korban Pelecehan Seksual Anak Dibawah Umur

Melalui Dinas Koperasi dan UKM berkomitmen untuk mendukung pelaku UMKM dan para perajin di kabupaten Batu Bara. Langkah – langkah yang dilakukan Pemerintah Batu Bara salah satunya adalah upaya bagaimana mendorong tumbuhnya Industri pengolahan kulit buaya dari hulu hingga akhir di Batu Bara. Terlebih, mengingat kulit buaya pada saat ini telah menjadi trend fashion yang mendunia.

Dikatakan Oky Frima Iqbal SE, bahwa saat ini industri KUKM merupakan industri yang paling kuat yang mampu bertahan baik dalam kondisi pandemi serta ketidak stabilan perekonomian dunia.” terangnya. (KRO/RD/DHASAM)