Sebelum Menikah Wanita Ini Harus di Tes Dulu “Anunya”, Super Edan

260

RADARINDO.co.id-Medan : Percaya atau tidak ini suatu tradisi pernikahan yang sangat aneh, dimana mempelai wanita sebelum menikah dengan calon suaminya harus maka harus terlebih dahulu dites “anunya”.

Tradisi aneh ini mengharuskan mempelai wanita untuk mau di tes oleh pria sekampung sebelum menikah dengan calon suaminya.

Baca juga : Demi Cinta Terlarang, Mantan Oknum BPN DS Gasak Uang Tanah

Apakah semua wanita itu mau dibuat seperti itu, dan bagaimana sikap calon suami apa relah kekasihnya digilir?.

Tradisi mempelai wanita harus mau di tes oleh pria sekampung sebelum menikah dengan calon suaminya ini memang aneh tapi nyata terjadi.

Dikutip LombokInsider.com dari kanal YouTube Video Populer Dunia pada Minggu 18 September 2022, tradisi aneh sebelum menikah harus di tes oleh pria sekampung itu terjadi di Tibet.

Konon kabarnya, sebelum menerima pinangan dari seorang lelaki, para wanita di daerah itu harus ditiduri oleh para lelaki, hal itu bertujuan untuk membuktikan apakah sang wanita sudah benar-benar siap atau tidak.

Jika ia memang sudah benar-benar siap itu bisa ditandakan jika ia sudah digauli oleh banyak pria, hal ini sudah menjadi tradisi di daerah tersebut.

Memang tidak ada batas maksimal dan minimal berapa laki-laki yang harus meniduri wanita ini, namun lebih banyak lebih bagus. Walaupun tradisi ini sangat aneh namun tradisi ini memang terjadi dan dilakukan oleh orang-orang di daerah tersebut.

Mau tidak mau, suka tidak suka, para wanita harus siap menjalankan tradisi itu jika mereka hendak menikah dengan sang pria yang ia idam-idamkan.

Bagi laki-laki yang jomblo, tradisi ini mungkin bisa jadi sebagai moment yang menguntungkan, pasalnya mereka bisa ikut mencicipi wanita cantik walaupun hanya sekali saja.

Baca juga : LIPPSU Tuding Disporasu Diduga Lakukan Konspirasi “Jahat” Lelang Proyek

Namun bagi calon suami yang akan menikahi wanita dari wilayah ini tentu adalah musibah, sebab wanita yang akan menjadi calon istrinya adalah bekas orang lain.

Apalagi tak hanya satu dua lelaki yang mencicipinya tetapi sangat banyak, malam pertama mereka bisa jadi tidak asik lantaran sang suami tidak merasakan apa-apa karena saking sudah longgaranya punya istrinya.

Tradisi adalah tetap tradisi, tapi jika suatu daerah yang sudah memiliki ajaran agama tentu tradisi ini pasti akan terabaikan. Mengingat agama jauh lebih tinggi dibanding tradisi terhadap pemeluknya. (KRO/RD/LI)