SEVP Business Support PTPN III: Waspadai Mafia Tanah Berkedok Petani

109

RADARINDO.co.id – Medan : SEVP Business Support PTPN III, H. Tengku Rinel mencium indikasi adanya oknum mafia tanah berkedok petani dengan mengincar lahan HGU aktif milik PTPN III.

“Untuk itu, kita semua perlu mewaspadai modus-modus jahat yang dilakukan para oknum mafia. Jangan sampai lahan HGU aktif menjadi sasaran oknum mafia dengan berkedok petani,” ujarnya kepada RADARINDO.co.id saat dihubungi via seluler, Kamis (30/06/2022).

Baca Juga : Jaksa Agung Bentuk Tim Gabungan Audit Industri Kelapa Sawit, Saran Lembaga RCW Mengejutkan

Anehnya, ujar pria yang selalu berpenampilan rapi itu. Mereka dengan membawa alas hak atau surat menyurat lawas yang terbit puluhan tahun lalu.

Dengan bermodalkan surat itu, mereka kemudian berusaha untuk menguasai dan mengusahai lahan dengan berkedok kelompok tani. Padahal mereka itu lahan HGU aktif, sambunya lagi.

“Lahan HGU PTPN III itu milik negara, siapa saja tidak boleh serta merusak aset atau tanaman apalagi sampai menguasai dan mengusahai tanah tanpa keputusan pengadilan yang sah,” tandasnya.

Sebeluknya, ratusan karyawan PT Perkebunan Nusantara III Persero (PTPN III) menggelar apel siaga rapat koordinasi pengamanan aset di Halaman Kantor Operasional PTPN III di Jalan Sei Batanghari nomor 2 Medan.

Apel siaga koordinasi pengamanan aset itu digelar karena maraknya pendudukan lahan Hak Guna Usaha (HGU) PTPN III secara sepihak yang dilakukan mafia tanah berkedok petani.

Senior Executive Vice President (SEVP) Business Support PTPN III Tengku Rinel mengatakan akhir-akhir ini mafia tanah berkedok petani semakin massif mengincar lahan HGU PTPN III.

Para mafia tanah tersebut, ujar Rinel penghambat investasi negara di PTPN III. Di saat perkebunan negara dalam hal ini PTPN III sedang giat – giatnya mengoptimalkan lahan untuk sawit khususnya untuk memastikan kebutuhan minyak goreng bagi rakyat.

“Disaat itu pula mafia tanah berkedok petani menduduki lahan HGU kami,” tegasnya.

“Petani di Indonesia adalah petani yang bermartabat dan memiliki Integritas apalagi Indonesia dikenal sebagai negara agriculture,” kata Tengku Rinel, Selasa 28 Juni 2022.

Rinel menambahkan selama ini Karyawan PTPN III sengaja dipersepsikan oleh para mafia tanah bukan bagian dari rakyat Indonesia dan dianggap tidak pro dengan kepentingan rakyat.

Padahal, sambung Rinel puluhan ribu karyawan PTPN III adalah bagian dari rakyat Indonesia yang memiliki kontribusi bagi kepentingan dan kesejahteraan rakyat Indonesia dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa.

Sementara itu, Kabag Umum PTPN III, Orchard Peranginangin menjelaskan kemarahan dan emosi Karyawan PTPN III pada saat melakukan penyelamatan investasi negara kelapa sawit dan pembangunan jalan tol Siantar dan Program Rencana Jalan Ringroad Kota Siantar pada tanggal 20 Juni 2022.

Kemarahan dan emosi Karyawan PTPN III dipicu berlarut-larutnya permasalahan penyelamatan investasi negara di Afdeling IV Kebun Bangun PTPN III.

Dimana di areal tersebut direncanakan akan dilakukan penanaman kelapa sawit seluas sekitar 66 hektare (Ha) untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng masyarakat 19,08 Ha untuk pembangunan jalan tol Pematang Siantar dan 5,62 Ha untuk pembangunan jalan lingkar luar Pemerintah Kota Pematang Siantar.

Di atas tanah HGU Nomor 1 tersebut, sambung Orchard telah melalui berbagai tahap termasuk sosialisasi kepada masyarakat dan Forkopimda Kota Pematang Siantar.

“Namun belum membawa hasil maksimal bagi penyelamatan aset PTPN III. Adanya mafia tanah yang mengatas namakan kelompok tani,” ujar Orchard.

Hal ini mengakibatkan karyawan PTPN III dari seluruh kebun dan unit yang ada di wilayah Sumatera Utara berkumpul di Kebun Bangun pada tanggal 20 Juni 2022 tersebut.

Wujud solidaritas tersebut sekitar 500 PTPN III bertekad mempertahankan aset PTPN III sebagai Badan Usaha Milik Negara.

“Kami siap mengamankan aset dan investasi negara dengan segala resiko. Itu sebabnya apel siaga koordinasi pengamanan aset digelar,” kata Orchard.

Baca Juga : Karyawan & SPP PTPN2 Lakukan Aksi Pertahankan Aset Dari Mafia Tanah

Untuk menghempang aksi mafia tanah, pada apel siaga rapat koordinasi ini karyawan PTPN III dibekali teknik komunikasi pengamanan aset yang disampaikan ahli komunikasi massa yang juga Humas PTPN III Dini Sriwati.

Karyawan PTPN III khususnya yang bertugas mengamankan aset dibekali teknik komunikasi massa serta teknik laporan pengamanan dan hukum.

Sejumlah pihak menyambut baik gagasan karyawan PTPN III menyelamatkan aset dari tindakan sertamerta oknum mafia tanah berkedok petani.

(KRO/RD/analisa)