RADARINDO.co.id – Jakarta : Tak hanya hapus tantiem para petinggi, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara juga akan melakukan “diet ketat” atau perampingan tubuh BUMN.
Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria mengungkapkan, akan ada 300 merger perusahaan BUMN dalam waktu dekat. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dalam tahap kedua konsolidasi bisnis BUMN baik merger dan akuisisi. “Kurang lebih ada 300 merger yang akan terjadi,” kata Dony dalam special talkshow, dikutip Sabtu (23/8/2025).
Baca juga: Dinkes Sebut Kasus HIV di Banda Aceh Meningkat
Selain itu, akan ada spin off di perusahaan-perusahaan BUMN, sehingga perusahaan-perusahaan tersebut akan kembali ke bisnis intinya.
Dony mencontohkan perusahaan BUMN yang bergerak di bidang minyak dan gas (migas) seperti Pertamina, saat ini memiliki fokus yang sangat luas sehingga tidak lagi menjadi perusahaan migas.
“Ini nanti akan terjadi juga spin off dari perusahaannya. Ada bisnis hospital-nya akan keluar, hotelnya akan keluar, dan sebagainya,” ucap Dony.
Dengan konsolidasi ini, maka bisnis BUMN akan fokus ke kompetensi intinya. Hal ini akan memudahkan Danantara mengembangkan business model dan mengembangkan sumber daya manusia.
Dony juga menyoroti saat ini jumlah perusahaan di BUMN ada sebanyak 1.046 perusahaan. Akan tetapi, 97% dividen dari BUMN hanya datang dari delapan perusahaan.
Baca juga: Ahmad Sahroni: Proses Hukum di Sumut Harus Transparan
Dengan konsolidasi ini, nantinya jumlah BUMN diharapkan dapat menjadi 228 perusahaan, dari 1.046 perusahaan yang ada saat ini.
Sebanyak 228 perusahaan ini nantinya diharapkan dapat berkompetisi, memiliki business model yang layak, sumber pendapatan yang layak, dan dikelola secara transparan. (KRO/RD/Bis)







