Tangkap Penganiaya Danton Satpam PTPN3 Kebun Sei Kebara Diseret Secara Brutal

RADARINDO.co.id-Labusel: Polisi diminta bertindak tegas terhadap kasus penganiayaan yang dilakukan segerombolan Orang Tak Dikenal (OTK) terhadap korban Suroto (34) yang merupakan Komandan Pleton Satuan Pengamanan (Danton Satpam) PTPN III Kebun Sei Kebara, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Selasa (31/10/2023) sekira pukul 21.00 WIB.

Baca juga : Ratusan Warga Antusias Hadiri Malam Kenduri Desa

Kejadian brutal dilakukan OTK terhadap oknum Danton Satpam perusahaan plat merah ini mendapat kecaman dari sejumlah pihak. Oleh karena itu, tidak hanya pelaku tapi dalang penganiayaa secara sadis itu harus segera ditangkap.

“Serangan brutal oleh sekelompok orang tak dikenal pada malam Selasa (31/10) sekitar pukul 21.00 Wib mengakibatkan oknum Satpam mengalami krisis. Oleh karena itu pimpinan manajemen PTPN III harus segera mengambil sikap tegas karena pelaku menyerang diwilayah hukum perusahaan,” ujar Bonar Sitanggang salah satu aktivitas peduli BUMN kepada RADARINDO.CO.ID Minggu (05/11/2023) siang.

Saya mendapat informasi, ujar Bonar Sitanggang, pihak Kepolisian setempat sudah menindaklanjuti kasus tersebut. Tapi, kasus yang seperti ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, pelaku dan dalang penganiaya harus ditangkap.

“Satpam itu adalah tim pengamanan terdepan mengamankan asset perusahaan. Mereka para pelaku harus ditangkap untuk diberi pelajaran agar kasus yang sama tidak terulang lagi,” tegasnya.

Sebelumnya KORAN RADAR GROUP menerima informasi ada kejadian penganiayaan di area kebun Sei Kebara pada Kamis, 2 November 2023. Konon kabarnya penyerangan terhadap Suroto terjadi secara mendadak, membuat petugas keamanan tak berdaya.

Bahkan, kabarnya salah seorang Papam teman korban bernama Miswardi melarikan diri karena takut menjadi sasaran. Sementara itu, empat anggota Satpam lainnya sempat ditawan oleh para penyerang.

Korban sempat mendapat perlakuan yang tidak manusiawi karena diseret oleh para pelaku. Sedangkan empat anggota Satpam telah ditawan sehingga tak dapat berbuat apa-apa.

Baca juga : Gudang PT MII Langgar Perda, Sejumlah Pihak Diduga Terima “Upeti”

Sumber menyebutkan motif dari penyerangan ini diduga terkait dengan pencurian brondolan sawit yang digrebek pada sore hari sebelum penyerangan terjadi, namun pelaku tidak tertangkap. Mereka kemudian menyusun rencana untuk menyerang petugas keamanan kebun.

Kapolsek Torgamba AKP. Ilham Lubis SH, membenarkan adanya penyerangan segerombolan OTK yang mengakibatkan Danton Satpam menjadi korban.

“Benar ada penyerangan oleh OTK mereka menganiaya dan menawan atau menyanderah 4 orang satpam. Mereka telah melapor kemarin. Peristiwa itu terjadi saat korban dan rekan-rekannya sedang melakukan patroli di Afdeling 6 kebun Sei Kebara, dan pelaku diperkirakan belasan orang pria sedang dalam proses identifikasi dan kami sudah mengetahui asal mereka,” tegas Kapolsek.

Sumber lain di TKP menyebutkan bahwa satpam yang bertugas di kebun Sei Kebara bukan karyawan PTPN III tapi perusahaan outsoucing satpam. Sehingga yang bertanggung jawab bukan PTPN III Kebun Sei Kebara.

Terkait hal itu Bonar Sitanggang mengingatkan agar Direktur PTPN III segera mengevaluasi jasa keamanan Satpam. Jika tidak layak harus diputuskan hubungan kerja.

“Artinya pada saat terjadi peristiwa penyerangan OTK kenapa ada anggota Satpam yang melarikan diri. Sedangkan Danton Satpam dianiaya dan empat orang lagi disanderah,” ujar Aktivis Peduli BUMN Sumut.

“PTPN III telah mengalokasikan anggaran pengamanan aset cukup besar mencapai miliaran rupiah setiap tahun. Siapa pun tidak boleh sertamerta bertindak brutal mirip PKI,” katanya lagi.

Hingga berita ini lansir Direktur PTPN III belum berhasil dimintai tanggapan terkait penganiayaan Danton Satpam Kebun Sei Kebara. (KRO/RD/TIM)