Terjerat Kasus Penipuan Arisan Online, Istri Oknum Polisi Dituntut 2 Tahun Penjara

31

RADARINDO.co.id – Binjai : Seorang wanita berinisial SA, yang terjerat kasus melakukan penipuan dan penggelapan modus arisan online, dituntut dua tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Binjai, Lidya Panjaitan.

Baca juga : Pemilik Weton Tulang Wangi Disarankan Berdzikir Saat Malam 1 Suro

Dalam persidangan, istri oknum polisi tersebut dianggap terbukti bersalah melanggar Pasal 378 KUHP. Lidya mengatakan, alasan dirinya menuntut SA hanya dua tahun penjara karena menganggap kerugian korban tidak besar. “Kerugiannya Rp 17.800.000,” kata Lidya, Kamis (20/7/2023) melansir tribunmedan.com.


SA menipu sejumlah masyarakat dengan modus arisan online yang menjaring para korbannya melalui media sosial Facebook. Dalam menjalankan aksinya, SA meraup untung belasan hingga puluhan juta rupiah.

Saat pembacaan dakwaan di PN Binjai terungkap, mulanya SA mengirim pesan lewat messanger Facebook kepada Eva Surabina Ginting dengan nama akun Leseva Surabina Ginting pada 30 Mei 2021.

Baca juga : Kelompok Pengajian SMEB Sumut Meriahkan Parade 1 Muharram 1445 H

Kala itu, terdakwa SA mengajak Eva bergabung dalam arisan online dengan uang muka Rp 3 juta. Terdakwa membuat sistem tawaran tertinggi, maka penawaran tertinggi yang terpilih sebagai giliran penarik. Untuk giliran penarik arisan, setiap anggota tidak ditentukan dari awal permainan. Setelah menjaring para peserta, terdakwa memulai arisannya. Jumlah anggota arisan online yang dibuat terdakwa kala itu ada 11 orang. Setelah arisan berjalan, belakangan ada anggota yang tidak pernah mendapat giliran narik uang. Karena merasa ditipu, para korban kemudian melaporkan peristiwa ini ke polisi. (KRO/RD/TRB)