RADARINDO.co.id – Aceh : Pernyataan Walikota Langsa, Jeffry Sentana Putra, yang menyebut Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, seperti ‘debt collector’, menuai kecaman.
Baca juga: Bupati Pidie Terima Penghargaan dari BKN
Kecaman itu datang dari Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Aceh Timur, Muntasir Age, yang menilai pernyataan debt collector tersebut tendensius dan tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin.
“Pernyataan itu bagai seorang debt collector, tidak sepantasnya keluar dari mulut seorang Wali Kota. Seharusnya ia merespons masalah ini dengan bijaksana. Kami mengecam pernyataan itu,” tuturnya.
Menurut Muntasir, polemik aset Aceh Timur yang berada di wilayah Langsa sudah berlangsung lama dan belum menemukan titik terang.
Diharapkan, Walikota Langsa lebih proaktif dalam mencari solusi, bukan justru melontarkan pernyataan yang memperkeruh suasana.
Baca juga: RSUD Meuraxa Dipercaya Selenggarakan Program Pendidikan Dokter Spesialis
“Seharusnya Walikota Langsa mengajak Bupati Aceh Timur untuk duduk bersama kembali membahas persoalan ini, bukan melontarkan pernyataan tendensius seperti itu,” tegasnya.
Muntasir menambahkan, komunikasi dua arah yang harmonis antara kedua kepala daerah sangat penting, mengingat Langsa dan Aceh Timur dulunya merupakan satu kabupaten. (KRO/RD/Trb)







