Warga Desa Kubu Batu Tagih Janji Pada Kejari Gedong Tataan dan Inspektorat Pesawaran

28

RADARINDO.co.id-Pesawaran: Sebanyak 20 warga Desa Kubu Batu Kecamatan Way Khilau mendatangi inspektorat kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung guna mempertanyakan temuan masyarakat tentang dugaan korupai beberapa bulan lalu ke Kejari Gedong Tataan Pesawaran.

Beberapa point yang dilaporkan dengan dugaan pengangkatan aparatur desa kubu batu yang tidak seusai dengan Permandagri Nomor 83 Bantuan Langsung Tunai (BLT) diduga sudah ada yang mencairkan namun tidak disalurkan ke warga penerima.

“Serta adanya manipulasi Keluarga Penerima manfaat yang tidak mengindahkan 17 kriteria dan dugaan anggaran ketahanan pangan yang nilainya ratusan juta rupiah”, ujar sumber Jumat (22/09/2023).

Hal ini di sampaikan oleh DQ selaku salah satu warga yang ikut serta menyampaikan pelaporan ke kejaksaan negeri Gedong Tataan yang saat ini telah di limpahkan ke inspektorat.

Dalam keterangan nya dia sebagai warga Kubu Batu benar – benar berharap kepada inspektorat dan kejaksaan negeri kabupaten pesawaran agar serius dan tegak lurus dalam membantu Negera dalam menindak tegas dugaan pencegahan korupsi kolusi nepotisme (KKN)

“Saya berharap kepada inspektorat dan Kejari agar bisa serius dan konsisten tegak lurus membantu dalam menindak tegas pencegahan korupsi kolusi novetisme,” tambahnya lagi.

“Mungkin kami akan sampaikan ke kejaksaan tinggi , ke badan pengawasan kejaksaan dan bila perlu kami akan mengadakan audensi Bupati, Komisi 1 DPRD Pesawaran dan DPRD Prov. Lampung bahkan dengan Gubernur Lampung,” tegasnya.

Sementara inisial AR penerima BLT yang diduga tidak pernah menerima menerangkan bahwa Namanya terdata saat melihat di daftar nama yang data nya di pegang oleh inspektorat saat iya memenuhi panggilan inspektorat bagian investigasi.

“Saya melihat nama saya terdaftar penerima BLT desa kubu batu , yang dilihatkan oleh tim investigasi inspektorat tadi , namun saya tidak pernah menerima bantuan BLT , tapi nama saya sudah ada yang menandatangi saya menduga ada yang memalsukan tanda tangan saya”, ungkap AR.

Menurut AR bahwa ada puluhan aparat desa sdh menerima BLT bahkan keluarga Kepala Desa pun menerima setelah AR melihat SPJ yang di tunjukkan oleh pihak Inspektorat.

(KRO/RD/AMRUL)