RADARINDO.co.id – Langkat : Gelombang aksi demo yang terjadi beberapa waktu belakangan, pada hakekatnya adalah bentuk aspirasi rakyat yang menuntut hak-hak normatifnya. Dimana, sikap pemerintah dan para wakil rakyat yang kian hari semakin jauh dari kiprahnya sebagai penyambung aspirasi rakyat yang telah diatur oleh konstitusi.
Baca juga: Bupati Tapsel: Lahan APL di Konsesi TPL Clear and Clean
Namun ironisnya, sejak bergulirnya gelombang aksi demo, semangat pemberantasan narkoba, khususnya di Kabupaten Langkat, dinilai semakin menurun.
Syahminan, salah seorang tokoh pemuda di Langkat, mengungkapkan apresiasi atas aksi unjukrasa yang digelar massa mahasiswa dan kelompok masyarakat. Namun disisi lain, Syahminan juga menyarankan agar peredaran narkoba jangan sampai lepas dari pengawasan.
“Kita jangan terkecoh bahwa potensi pengalihan isu dengan beragam aksi tersebut, terutama pihak Polres Langkat beserta jajaran yang harus hadir sebagai garda terdepan pengamanan aksi,” katanya kepada media, Rabu (17/9/2025).
Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan, aksi demo “ditumpangi” oleh oknum-oknum tertentu sebagai pengalihan isu agar gerak peredaran narkoba jauh dari pantauan apparat.
“Hal ini harus jadi perhatian, terutama jajaran Polres Langkat dan BNNK Langkat. Asumsi pengalihan isu jangan dipandang sebelah mata. Para pemain narkoba selalu mencari celah dalam memuluskan aksinya untuk mengedarkan barang haram tersebut,” tukasnya.
Terpisah, Kapolres Langkat melalui Kasat Narkoba, AKP Rudy Syahputra SH, menegaskan bahwa pihaknya tetap menyatakan perang terhadap narkoba.
Baca juga: Lapas Padangsidimpuan Jalin Kerjasama dengan Sejumlah Instansi
Artinya lanjut Rudy, jajaran Polres Langkat, khususnya Satuan Narkoba (Satnarkoba), tidak pernah mengurangi giat dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba.
“Kalau pun ada kekuatiran masyarakat yang beranggapan seperti itu, sah-sah saja. Pada dasarnya, kami juga sudah memprediksi sejak awal bahwa potensi ini bisa saja terjadi,” ujarnya. (KRO/RD/Z Lubis)







