Kondisi Bangunan SMPN 2 Kampar Kiri Tengah Butuh Perhatian Pihak Pemerintah

Kondisi Bangunan SMPN 2 Kampar Kiri Tengah Butuh Perhatian Pihak Pemerintah
Kondisi Bangunan SMPN 2 Kampar Kiri Tengah Butuh Perhatian Pihak Pemerintah

RADARINDO.co.id-Kampar : Banyak sekolah sekolah yang ada dikabupaten Kampar butuh perhatian pihak Pemerintah. Saat ini kondisi bangunan sekolah sekolah banyak yang sudah rusak dan memprihatinkan.

Kapan lagi pihak Pemerintah mau melihat dan memperhatikan kondisi sekolah. Seperti yang ada di SMPN 2 Kampar Kiri Tengah, saat dikunjungi Awak Media, Senin (15/112021) pukul 09.00 Wib.

Sebelumnya sekitar bulan Juni 2021 Awak Media pernah berkunjung ke SMPN 2 Kampar Kiri Tengah, hasil pantau Awak Media Kondisi bangunan sangat memprihatinkan.

Baca juga : Kapolda Sumut Ucapkan Terima Kasih Atas Dedikasi dan Pengabdian Melayani Masyarakat

Sampai saat ini ketika dikunjungi Kondisi bangunan masih seperti yang dulu dan tidak ada perubahan. Kepsek SMPN 2 Kampar Kiri Tengah Agus. S.Pd, melihat kunjungan Awak Media langsung memberi salam.

Kepsek Agus S.Pd yang dikenal ramah, tegas dan berwibawah ini, mengajak melihat kondisi bangunan. Terlihat hampir seluruh atap seng mulai berkarat, sebahagian Plafon banyak yang rusak.

Kosen jendela banyak yang keropos, Toilet yang kurang memadai, dan beberapa kaca jendela ada yang pecah.

“Begini kondisi bangunan sekolah kita, belum ada perubahan. Kami pihak sekolah sangat mengharapkan perhatian pihak Pemerintah,” pintanya.

Usai mengontrol kondisi bangunan, diruang kerjanya Agus S.Pd mengungkapkan bahwa ruang belajar SMPN 2 Kampar Kiri Tengah hanya ada 9 Rombel, sementara dibutuhkan 10 Rombel.

Baca juga : Rahmat Siswa Klas 5 MIS Harus Lompat ke Kursi Untuk Belajar Butuh Perhatian Dermawan

“Jadi sekolah ini kurang 1 Rombel, sementara hingga saat ini ruang Labor pun tidak punya,” ungkapnya.

SMPN 2 Kampar Kiri Tengah memiliki 251 Siswa siswi, jumlah para Guru dan Karyawan sebanyak 23 orang.

Semoga apa yang diharapkan pihak sekolah dapat perhatian dari pihak Pemerintah secepatnya, agar proses belajar mengajar untuk kedepannya bisa Aman dan Kondusif. (KRO/RD/SM)