RADARINDO.co.id – Jember : BMKG sudah mengeluarkan edaran tanggal 13 – 14 Februari 2022 pukul 07.00 wib diperkirakan angin di wilayah Indonesia Bagian Utara umumnya bergerak dari Utara -Timur dengan kecepatan angin berkisar 5 – 20 Knot.
Dengan potensi gelombang lebih dari 25 meter dan berpeluang terjadi di selat bagian Selatan dan selat Bali.
Peringatan tersebut tak diindahkan, bahkan salah satu komunitas yang mengatasnamakan majelis asal Jember, Jawa Timur nekat mengadakan ritual di pantai Selatan Ambulu.
Baca Juga : Gerebek Kampung Narkoba, Polresta Deli Serdang Amankan 7 Orang
Konon menurut riwayat dulunya tempat tersebut merupakan tempat ritual Nyi Roro Kidul di laut pantai Selatan. Sehingga tidak sembarang orang mendatangi tempat keramat tersebut yang dikenal angker.
Akibatnya belasan murid Padepokan Tinggal Jati Nusantara terhanyut di bawah ganasnya ombak Pantai Selatan.
Menurut keterangan saksi kepada RADARINDO.co.id Biro Jember, Asni, mengatakan 23 Jamaah Padepokan Tinggal Jati Nusantara (JPTJN) diterjang ombak saat mengadakan ritual di pantai laut selatan, Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Minggu (13/2/2022) malam.
JPTJN asal Kecamatan Sukorambi di terpa ombak besar saat melakukan ritual sesajen pada Nyai Roro Kidul. Belum diketahui secara pasti apa tujuan mereka melakukan ritual pada ratu penguasa laut pantai Selatan tersebut.
Kapolsek Ambulu AKP Makruf saat dikonfirmasi membenarkan sekitar belasan jamaah JPTJN mengelar ritual, tak disangka- sangka ombak besar datang sehingga menerpa puluhan jamaah tersebut.
“Tadi malam sekitar jam satu di temukan dua mayat di pagi harinya satu korban meninggal,” ujar Kapolsek Ambulu, AKP Makruf.

Ia menambahkan, sudah ada 12 selamat meski sempat di terjang ganasnya ombak pantai selatan Jember dan kini dilarikan ke Puskesmas terdekat.
Hasil pemeriksaan sementara, mereka dengan sadar tanpa ada paksaan mengikuti ritual guna untuk menenangkan diri. Sudah sekitar 11 orang berhasil di temukan dan terindentifikasi.
Kapolres AKBP Hary Purnomo juga hadir dan ikut memimpin pencarian korban dilokasi kejadian, korban di temukan masih dalam satu lokasi di kawasan pantai Payangan, cuma tidak ditemukan secara bersamaan, tutur Kapolres.
Berikut daftar korban jiwa yang meninggal dalam ritual sesajin pada Nyi Roto Kidul adalah:
1. Khofifah Warga desa Gugut Rambipuji.
2. Pinkan (13) Warga Tawangalun Rambipuji.
3. Sofi (22) Warga Botani Dukuh Mencek Sukorambi.
4. Bu Bintang Warga Gebang Patrang.
5. Bu Saiful Warga Krasak Ajung.
6. Arisko(21) Warga Dukuh Mencek.
7. Musni Warga sempusari.
8. Yuly Warga Panti.
9. Febri Warga Bondowoso.
10. Ida Warga Rambipuji.
11. Shaiful Warga Krasak Ajung.
Sebelumnya, Biro RADARINDO.co.id GROUP KORAN RADAR, Asni mencoba menelusuri sebabmusabab kejadian tersebut.
Beberapa sumber dimintai keterangan namun tak ingin namanya disebutkan membenarkan ada praktek ritual di laut selatan.
Baca Juga : Dugaan Mafia Pelabuhan Di Gabion Belawan Kompleks Tak Terjamah APH
Mereka yang mengatasnamakan jamaah datang ke tempat sakral atau keramat memberi sesajen pada Nyi Roro Kidul.
“Kalau kita mengaku sebagai umat Islam, cara yang begini mestinya ditinggalkan karena kalau kita percaya kepada selain Allah kita bisa Syirik,” ujar sumber.
“Ini menjadi pelajaran paling mahal. Mari kita pertahankan iman dan Islam, karena hidup itu hanya sementara”, cetus sumber yang tak mu disebutkan namanya.
(KRO/RD/AN)






