RADARINDO.co.id – Doloksanggul : Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dosmar Banjarnahor, SE dan Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, ST, MM menjalin kerjasama terkait penanganan stunting di Gedung Negara, Sumedang Jawa Barat, baru-baru ini.
Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Humbang Hasundutan. Dipilihnya Sumedang karena kabupaten itu telah sukses menekan angka stunting.
Baca juga : IPM Humbahas Terus Alami Peningkatan
Lima tahun terakhir, angka prevalensi stunting di Sumedang mengalami penurunan dari 32,2 persen pada tahun 2018, menjadi 8,27 persen di tahun 2022. Sesuai dengan arahan Presiden RI, agar platform yang dibuat oleh Kabupaten Sumedang dapat ditiru oleh kabupaten/kota di Indonesia.
Dony Ahmad Munir menjelaskan, aplikasi berbasis teknologi yang dinamakan sistem pencegahan stunting terintegrasi (Simpati) turut berkontribusi dalam penanganan stunting di Sumedang. Melalui platform tersebut, seluruh pemangku kepentingan mampu memahami cara mengatasi stunting.
Semua bisa memonitor data stunting by name by address, dengan menggunakan alat ukur antropometri sesuai standar, disertai dengan kader posyandu yang terlatih dan mampu menggunakan aplikasi Simpati tersebut. Kabupaten Sumedang menyambut baik bagi daerah lain yang ingin bekerjasama dalam penggunaan aplikasi tersebut, termasuk Humbang Hasundutan.
Baca juga : Bupati Asahan Buka Rakorpem Bulan Februari 2023
Bupati Sumedang juga menambahkan bahwa Sumedang saat ini juga sedang belajar dari Humbang Hasundutan, yakni metode Gasing.
“Sekarang gurunya dari Humbang Hasundutan sedang berada di Sumedang, luar biasa gasing ini, dalam 15 hari siswa kami rangking nya bisa naik, semangat siswa juga luar biasa mengikuti Gasing, jadi saat ini kita saling berbagi dan belajar untuk memajukan daerahnya masing masing,” ucap Bupati Sumedang. (KRO/RD/RS)







