Ragam  

Peringkat Kebebasan Pers di Jepang Sangat Rendah

RADARINDO.co.id : Semua setuju jika Negara Jepang unggul di bidang manga dan teknologi. Namun di bidang kebebasan pers, peringkat negara ini tergolong rendah. Dalam Indeks Kebebasan Pers Dunia 2023, Jepang berada di urutan ke-68 dari 180 negara dan wilayah yang disurvei untuk studi tahunan Reporters Without Borders.

Baca juga : RUU Perampasan Aset Dinilai Permudah Sita Harta Hasil Pidana di Luar Negeri

Hal tersebut membuktikan bahwa negara dengan peringkat ekonomi terbesar ketiga di dunia ini berada di bagian bawah negara-negara G7 dalam hal kebebasan pers, dan berada di antara Lesotho dan Panama.

“Jepang, negara demokrasi parlementer, menjunjung tinggi prinsip media dan pluralisme. Namun, beratnya tradisi, kepentingan ekonomi, tekanan politik, dan ketidaksetaraan gender menghalangi jurnalis untuk sepenuhnya menjalankan peran mereka dalam menuntut transparansi dari pemerintah,” kata studi, melansir detik, Kamis (11/5/2023).

Norwegia menduduki puncak indeks Reporters Without Borders yang berbasis di Paris selama tujuh tahun berturut-turut, dengan Irlandia di tempat kedua. Jerman berada di posisi ke-21, turun dari posisi ke-16 pada studi sebelumnya. Korea Utara menduduki peringkat terakhir dari 180 negara. Sementara Cina di posisi 179, turun empat peringkat dari laporan 2022, dan Vietnam berada di peringkat ke-178.

Baca juga : Kejagung Ungkap “Korupsi Berjamaah” Dana Pensiun

Rendahnya kebebasan pers di Jepang salah satunya dinilai karena adanya sistem klub pers yang disetujui pemerintah bagi tiap-tiap kementeriannya. Selain itu, ada pula kecenderungan media untuk melakukan sensor sendiri saat ada tekanan sekecil apapun dari pemerintah atau mitra bisnis yang berpengaruh, menurut akademisi dan jurnalis. Itulah yang membuat Jepang sangat tertinggal di belakang negara-negara seperti Liberia, Bosnia-Herzegovina, dan Burkina Faso.

“Kebebasan berbicara dijamin di Jepang berdasarkan Pasal 21 Konstitusi, tetapi ada masalah-seperti sistem klub pers, itulah sebabnya Jepang mendapat peringkat sangat rendah dalam indeks,” kata Renge Jibu, profesor di Tokyo Institute of Technology dan anggota dari Japan Association of Media, Journalism and Communication Studies. (KRO/RD/DTK)