RADARINDO.co.id – Medan : Walikota Tanjungbalai diwakili Wakil Walikota, Muhammad Fadly Abdina didampingi Sekda Nurmalini Marpaung, dan Kepala Bapperida Mariani, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Sumut Tahun 2027.
Musrenbang tersebut dibuka Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian bersama Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, di Hotel Santika Dyandra Medan, Rabu (22/4/2026)
Baca juga: Polres Pelabuhan Belawan Berhasil Ringkus Pelaku Pencurian di SMAN 20
Forum strategis yang berlangsung selama dua hari ini mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Peningkatan Produktivitas, Investasi, dan Industrialisasi Berbasis Potensi Daerah”, sebagai komitmen pemerintah dalam menyelaraskan kebijakan pembangunan masa depan yang lebih terarah.
Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution memfokuskan arah pembangunan daerah pada enam basis utama yang menjadi fondasi transformasi Sumut kedepan.
Enam basis tersebut meliputi akselerasi pertumbuhan berkualitas, peningkatan produktivitas, peningkatan investasi, pengembangan industri berbasis potensi daerah, penguatan daya saing daerah, serta pemulihan pascabencana.
Bobby menekankan bahwa keenam poin ini merupakan kunci untuk memastikan Sumatera Utara tidak hanya tumbuh secara angka, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan global dan mampu mengoptimalkan kekayaan sumber daya lokal bagi kesejahteraan masyarakat.
Sementara, Mendagri, Tito Karnavian, dalam arahannya mengapresiasi indikator pembangunan di Sumatera Utara yang relatif bagus, dimana Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumut mencapai angka 76,47, melampaui angka nasional sebesar 75,90.
Meski demikian, Mendagri memberikan catatan kritis agar pemerintah daerah tidak terjebak pada angka rata-rata dan meminta Gubernur serta para Bupati/Walikota untuk lebih teliti melihat data secara detail hingga tingkat kecamatan dan desa demi pemerataan pembangunan.
Mendagri Tito Karnavian juga menekankan pentingnya perencanaan yang matang dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Perencanaan yang berkualitas dinilai menjadi kunci untuk mendorong perubahan yang signifikan.
Menurutnya, Musrenbang tidak boleh dipandang sebagai agenda rutin semata (business as usual). Sebaliknya, forum tersebut harus menjadi fondasi awal dalam menyusun arah pembangunan daerah yang terarah dan berdampak.
Dalam kesempatan itu, Tito Karnavian menyinggung terkait pengelolaan pendapatan khususnya di Provinsi Sumut dan Kab/Kota. Pendapatan itu terdiri dari 3 komponen yakni transfer pusat (TKD), Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan sumber lain termasuk BUMD, termasuk Bank Sumut yang menjadi salah satu masukan.
Baca juga: Pelaksanaan PEMIRA USU 2026 Dinilai Tak Transparan
“Secara Nasional, Jawa Barat tertinggi untuk belanjanya tapi pendapatannya bukan tertinggi masih kurang ada space 1% dari idealnya pendapat saya 3-4%. Untuk Sumut sendiri kondisinya bagus, pendapatannya bagus namun belanjanya baru 10% hingga periode 31 maret 2026,” ujarnya.
Sedangkan untuk kab/kota di Sumut, Kota Tanjungbalai dinilai daerah terbaik atau paling bagus dalam tata kelola keuangan. “Untuk kab/kota di Sumut, Kota Tanjungbalai paling bagus, daerah terbaik di Sumut dalam tata kelola keuangan,” ucap Tito. (KRO/RD/HAM)







