RADARINDO.co.id – Jember : Seorang Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jember bernama Hariyanto, mengeluh lantaran barang dagangannya dibayar tak sesuai. Hal itu terjadi pada acara ngopi bareng sekaligus nobar kualifikasi piala dunia 2026 yang diinisiasi tim relawan Cabup Fawait-Djoko Susanto didepan Masjid Al Amin Jember.
“Kamis malam (10/10/2024), ada peserta nobar yakni sopir dan kernet bis bergambar Fawait-Djoko, minum kopi ke stand saya dan bilang kalau ngopi di acara nobar gratis. Padahal di sekitar arena nobar sudah ada 3 stand yang menggratiskan minum kopi. Sementara kami bukan bagian dari stand tersebut,” ungkap Hariyanto, didepan masjid Al Amin, Jum’at (11/10/2024) lalu.
Baca juga: Viral, Oknum Wartawan Aniaya Aktivis di Kebun Tebu
Hariyanto kemudian berkoordinasi dengan koordinator nobar dan ada intruksi kalau stand Hariyanto bisa melayani relawan Fawait untuk ngopi gratis. “Untung ada teman yang menyarankan kepada kami agar mengumpulkan bungkus sachetan kopi uang sudah penonton minum, sebagai bukti laporan,” terang Hariyanto.
Kemudian lanjutnya, Hariyanto melaporkan bahwa relawan pendukung 02 telah menghabiskan sekitar 60 sachet, dan sejumlah minuman mineral dengan total Rp300 ribuan.
“Kemudian saya melapor jika relawan yang minum di stannya menghabiskan 60-an sachet, dengan perincian harga Rp4 ribu sebanyak 30 sachet, harga Rp5 ribu sebanyak 33 sachet dan air mineral 10 botol, totalnya Rp300 ribuan. Namun koordinator nobar memberi uang Rp100 ribu dan meminta kembalian Rp10 ribu, jadi awalnya kami menerima Rp90 ribu,” ucapnya.
Baca juga: Kades Semboro Diduga Langgar Tindak Pidana Pemilu
Pria yang berdomisili di Kelurahan Antirogo ini kemudian komplain ke koordinator acara nobar, sebab uang yang ia terima tidak sesuai dengan banyaknya penonton nobar yang minum di standnya. “Akhirnya pihak koordinator mau melunasi, cuma saya hanya minta tambahan Rp100 ribu, agar urusan tidak berkepanjangan,” tuturnya.
Hariyanto berharap agar kejadian yang ia alami tidak terulang lagi saat ada event nobar kedepannya. “Harus diperbaiki lagi koordinasinya,” pungkasnya. (KRO/RD/An)







