RADARINDO.co.id – Belawan : Ratusan papan bunga sebagai bentuk dukungan atas tindakan tegas Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Oloan Siahaan, SH, yang menembak pelaku tawuran, memadati halaman Mapolres Pelabuhan Belawan, Rabu (07/5/2025).
Ratusan papan bunga ucapan dukungan itu diantaranya datang dari, Masyarakat Belawan, Masyarakat Kecamatan Marelan, Masyarakat Kecamatan Labuhan, dan Masyarakat Sicanang.
Baca juga: Diduga Terlibat Peredaran Narkotika, Kades “Digiring” ke Penjara
Selain itu, dukungan juga datang dari Masyarakat Tionghoa Belawan, Forum Masyarakat Belawan Membangun (Formabem), Kantor Hukum Sepma T Sinaga SH, Serikat Pekerja Pelabuhan, Joni Iskandar Tarigan, serta lainnya.
Dimana diketahui, pada Minggu 04 Mei 2025 dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, mobil dinas Kapolres Pelabuhan Belawan yang akan masuk pintu tol Belmera (Belawan Medan Tanjung Morawa), dihadang oleh sekitar 10 orang pelaku tawuran.
Para penghadang yang membawa senjata tajam jenis kelewang itu lalu melakukan penyerangan kepada Kapolres dengan coba menebaskan kelewang mereka.
Guna pembelaan diri, Kapolres Oloan memutuskan memberikan tembakan peringatan. Namun, hal tersebut tidak membuat para pelaku tawuran. Sehingga tembakan diarahkan ke para pelaku dan mengakibatkan 2 orang tertembak di bagian kaki dan perut. Dimana, salah satunya akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.
Akibat kejadian itu, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Wisnu Hermawan lalu menonaktifkan AKBP Oloan Siahaan dari jabatannya sebagai Kapolres Pelabuhan Belawan.
Menyikapi penonaktifan Kapolres Oloan itu, berbagai kalangan melakukan protes keras dengan mengirimkan papan bunga. Termasuk juga dukungan dari kalangan anggota DPRD Medan.
Seperti Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Hadi Suhendra dan Bahrumsyah, SH MH serta Tokoh Masyarakat H. Irfan Hamidi. Selain itu, praktisi hukum Helma Alek SH juga mendukung tindakan tegas Kapolres Oloan.
Baca juga: Jika Kembali Langgar Etik, Ahmad Dhani Terancam Dipecat
Dari catatan media ini, di Kecamatan Medan Belawan nyaris setiap hari terjadi tawuran antar remaja, bahkan kerap menimbulkan korban jiwa. Pihak terkait di Belawan sudah berulangkali berupaya mengatasi hal itu, namun hingga kini belum juga membuahkan hasil.
Pihak Kompolnas juga menggelar jumpa pers di Mapolres Pelabuhan Belawan, Rabu pagi terkait penonaktifan Kapolres Oloan Siahaan. Tampak hadir saat itu beberapa unsur organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Belawan, Tokoh Masyarakat, Anggota DPRD Kota Medan serta masyarakat lainnya. (KRO/RD/Ganden)







