Dirut BRI Buka Suara Soal Penurunan Kinerja Bottom Line

RADARINDO.co.id – Jakarta : Direktur Utama (Dirut) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI, Hery Gunardi, buka suara soal penurunan kinerja bottom line yang cukup dalam sepanjang semester I-2025.

Baca juga: Novel Baswedan Kritik Pemberian Amnesti dan Abolisi untuk Kasus Korupsi

Dimana, laba bersih periode berjalan BRI tercatat turun 11,25% secara tahunan menjadi Rp26,53 triliun sepanjang enam bulan pertama tahun ini.

Hery menyoroti torehan Pendapatan Operasional Sebelum Pencadangan atau Pre-Provisioning Operating Profit (PPOP) BRI mampu naik 2,2% secara tahunan menjadi Rp58,3 triliun, sepanjang semester I-2025.

Meski demikian, Hery mengakui bank plat merah itu tengah memperbaiki kualitas business process dari segmen mikro. Menurutnya, perlu waktu untuk melakukan perbaikan tersebut, sementara direksi BRI baru dirombak besar-besaran pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) bulan Maret lalu.

“Jadi kalau mikro itu kan butuh waktu kan, kita baru 3 bulan (menjabat) soalnya kalau udah setahun gitu kan, lebih rapi lagi. Memang penting itu di bank itu adalah nggak bisa short term, kita rapihkan, revamp bisnis prosesnya, kemudian underwriting prosesnya, risk management-nya, operation-nya,” terang Hery, melansir cnbc, Sabtu (02/8/2025).

Baca juga: Diduga Tipu Petani Hingga Rp550 Juta, Eks Anggota DPRD Meringkuk di Penjara

Dengan begitu, diharapkan rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) di BRI bakal berangsur membaik.

Hery mencontohkan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) yang pernah dipimpinnya selama lima tahun, sebelum diangkat ke kursi nomor satu di BRI. “Sehingga nanti kayak di BSI lah gitu. BSI kan NPL-nya kecil, NPL net-nya juga kecil,” ucap Hery. (KRO/RD/Cnbc)