Polres Sergai Selidiki Terbakarnya Gudang Jangkos

RADARINDO.co.id – Sergai : Sebuah gudang penyimpanan janjangan sawit kosong (jangkos) milik warga Dusun I, Desa Jatimuliyo, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai, hangus terbakar, Minggu (21/9/2025) malam lalu.

Kobaran api yang besar membuat warga panik dan langsung menghubungi aparat kepolisian serta pemadam kebakaran. Pemilik gudang, Mincui (60), hanya bisa menyaksikan api melahap tumpukan jangkos yang tersimpan di dalam gudangnya.

Baca juga: Satlantas Polres Sergai Gencarkan Patroli dan Edukasi Keselamatan Berlalulintas

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp300 juta.

Menurut keterangan saksi mata Kariono alias Nobon dan Pairin, mereka pertama kali melihat cahaya terang dari arah gudang sekitar pukul 20.20 WIB. Setelah dicek, ternyata gudang jangkos sudah dalam kondisi terbakar hebat.

Menanggapi laporan warga, Kanit Intel Polsek Perbaungan, Ipda Titok Suprapto, bersama sejumlah personel langsung turun ke lokasi dan berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran. Tiga unit mobil damkar dari Pemkab Serdang Bedagai dikerahkan untuk memadamkan api.

“Sampai pukul 21.00 WIB, api masih sulit dikendalikan karena bahan jangkos sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan sepenuhnya. Kami sudah memasang garis polisi untuk mengamankan lokasi,” ungkap Ipda Titok Suprapto di lokasi kejadian.

Hingga Senin sore (22/9/2025), bara api masih terlihat di beberapa bagian. Tim pemadam pun harus mendatangkan alat berat jenis eskavator untuk membuka tumpukan jangkos agar proses pemadaman lebih efektif.

Kasi Humas Polres Serdang Bedagai, Iptu LB Manullang, membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa hingga saat ini penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

Baca juga: Agar Tak Bisa Dipalsukan, Pemerintah Dorong Penerapan Sertifikat Tanah Elektronik

“Personel dari Polsek Perbaungan terus melakukan investigasi. Kami juga menghimbau masyarakat untuk tetap menjauh dari lokasi kebakaran demi keselamatan bersama. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan setelah hasil penyelidikan selesai,” jelasnya.

Meskipun kobaran api berhasil dikendalikan, warga dihimbau untuk lebih waspada dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya di area dengan material mudah terbakar seperti jangkos. (KRO/RD/Mimah)