RADARINDO.co.id – Jatim : Ada yang menggetarkan hati saat pelaksanaan evakuasi korban insiden di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo. Dimana, tim SAR menemukan seorang santri meninggal dunia dalam kondisi sujud.
Korban meninggal yang masih diidentifikasi identitasnya ini ditemukan tepat di sebelah Syahlendra Haical (13) yang berhasil selamat.
Baca juga: Anggaran Haji Diduga Bocor Rp5 Triliun, KPK Pastikan Monitoring Intensif
Dari tujuh orang yang berhasil dikeluarkan, Rabu (01/10/2025) malam, dua diantaranya ditemukan meninggal dunia. Salah satunya adalah korban yang ditemukan dalam kondisi sujud di zona A1, dekat pintu masuk bangunan.
Direktur Operasi Basarnas sekaligus SAR Mission Coordinator, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo menyebut, korban dalam kondisi sujud itu merupakan santri ke-12 yang berhasil dievakuasi.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Siti Hajar untuk diidentifikasi tim DVI Polda Jatim. Sementara Haikal yang dievakuasi setelahnya dalam keadaan hidup, langsung dirujuk ke RSUD Sidoarjo.
Sebelumnya, Kasubdit RPDO (Pengarahan dan Pengendalian Operasi) Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) Basarnas, Emi Freezer menyatakan, ada 15 titik yang diduga terdapat korban reruntuhan, terbagi dalam tujuh yang berstatus hitam dan sisanya merah.
“Target utama yang sedang kami kejar saat ini adalah ada 15 lokasi. Di mana dari 15 lokasi ini disampaikan ya, delapan berstatus hitam, tujuh berstatus merah,” ujar Freezer dalam konferensi pers, Rabu (01/10/2025) lalu.
Hitam artinya tidak ditemukan tanda-tanda seperti adanya nafas ataupun respons atas panggilan hingga rasa sakit. Sementara merah adalah korban masih bernafas dan dapat memberikan respons terhadap suara.
Freezer menjelaskan bahwa delapan orang dalam status hitam itu kondisinya tidak dapat terevakuasi, sebab berada dibawah kolom atau tiang bangunan.
Baca juga: Direktur PT Mitra Dinamis Yang Utama Diperiksa Terkait Kasus di Kemnaker
“Kemudian yang 2, dari 8 itu berdampingan dengan (titik yang dipetakan petugas) A1, posisinya lagi sujud, sama tertindis juga,” jelasnya.
Sementara itu, dari lima jenazah korban yang ditemukan, satu diantaranya hingga kini belum teridentifikasi. Tim DVI Polda Jatim bekerja ekstra hati-hati, memastikan data yang akurat sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga. (KRO/RD/dtk)







