BUMN  

SGN Hadiri Pengumuman Swasembada Pangan Nasional oleh Presiden RI

Presiden RI meninjau Booth Kementerian Pertanian yang menampilkan berbagai produk hilirisasi perkebunan, termasuk gula, tetes (molasses), dan etanol, dalam rangkaian acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional di Karawang, Jawa Barat.

RADARINDO.co.id – Karawang : Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) turut hadir dalam acara Pengumuman Swasembada Pangan Nasional yang disampaikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam kegiatan Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, baru-baru ini.

Baca juga: Sekda Bekasi Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Ade Kuswara

Kehadiran PT SGN dalam momentum nasional tersebut mencerminkan komitmen Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dalam mendukung penuh program strategis pemerintah, khususnya swasembada pangan nasional serta upaya berkelanjutan menuju Swasembada Gula Nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan nasional tahun 2025.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia, dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan tonggak fundamental bagi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa. Menurutnya, kemandirian pangan menjadi syarat mutlak bagi sebuah negara untuk berdiri tegak dan berdaulat.

“Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan, pangan, tergantung bangsa lain,” tegas Presiden.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam laporannya menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan kepemimpinan Presiden Prabowo dalam memperkuat sektor pertanian nasional.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor, termasuk kontribusi BUMN pangan.

Menteri Pertanian juga mengungkapkan rencana strategis tahun ini, di mana 50 persen produksi tebu nasional berasal dari Jawa Timur, serta menegaskan bahwa Indonesia tidak melakukan impor gula putih pada tahun ini, sebagai langkah nyata menuju kemandirian gula nasional.

Baca juga: Terlibat Skandal Perselingkuhan, Oknum ASN Pemko Palembang Dipecat

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi menegaskan bahwa SGN terus memperkuat perannya dalam meningkatkan produktivitas tebu, efisiensi industri gula, serta kolaborasi dengan petani dan pemangku kepentingan lainnya.

Dalam keterangan tertulis, Rabu (21/1/2026) dijelaskan, komitmen ini menjadi bagian dari kontribusi nyata Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dalam mendukung visi besar pemerintah mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada gula yang berkelanjutan. (KRO/RD/Red)