Wujudkan Pembinaan Kepribadian WBP, Lapas Kelas IIB TBA Gelar Pengajian Rutin Bulanan

Pengajian rutin bulanan di Lapas Kelas IIB TBA.

RADARINDO.co.id – Tanjungbalai : Lapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan (TBA) menggelar pengajian rutin bulanan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk pertama kalinya, Selasa (05/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan kepribadian, khususnya para WBP dengan mengusung tema “Menjemput Ampunan di Balik Jeruji: Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik”.

Baca juga: Wakil Walikota Tanjungbalai Sidak dan Cek Kepatuhan Pajak Kendaraan Dinas

Program pembinaan ini dirancang untuk dilaksanakan secara rutin setiap bulan dengan sistem bergiliran di tiap blok hunian. Hal ini bertujuan agar seluruh WBP mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengikuti kegiatan pembinaan rohani sebagai bekal memperbaiki diri.

Dalam amanatnya, Kepala Lapas menyampaikan bahwa para WBP sejatinya adalah pribadi-pribadi baik yang pernah melakukan kesalahan, yang dalam banyak kasus dipengaruhi oleh faktor lingkungan maupun kondisi tertentu.

“WBP ini adalah orang-orang baik, hanya saja mereka tidak mengetahui atau tidak menyadari apa yang mereka perbuat akibat faktor lingkungan dan lainnya. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini kita dorong mereka untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Kalapas.

Kalapas juga berharap dukungan dari para tokoh agama, khususnya para ustadz, untuk terus berkontribusi dalam mendukung kegiatan keagamaan di lingkungan lapas.

“Kami mohon dukungan dari para ustadz untuk terus mensupport kegiatan keagamaan di lapas yang kita cintai ini, agar pembinaan berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi WBP,” tambahnya.

Sementara, Ketua MUI, Ustadz Ardiansyah, S.Pd.I, dalam tausiyahnya menyampaikan pesan penuh motivasi kepada para WBP agar tidak berputus asa terhadap rahmat Allah SWT.

Baca juga: Pabrik Sawit PTPN IV PalmCo Raih PROPER Hijau, Dorong Transisi Energi dan Efisiensi

“Jangan pernah putus asa dengan rahmat Allah. Tinggalkan, sesali, dan jangan ulangi lagi. Allah mencintai orang-orang yang bertobat. Di balik setiap musibah pasti ada hikmah, dan itu bisa menjadi jalan untuk menjadi manusia yang lebih baik,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang konsisten dalam membangun kesadaran spiritual WBP serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih religius, humanis, dan berorientasi pada perubahan positif. (KRO/RD/HAM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *