Wanita di Boyolali Tewas Usai Santap Sate Mengandung Racun Kiriman Menantu

Konpers wanita di Boyolali tewas usai santap sate mengandung racun tikus.

RADARINDO.co.id – Jateng : Kematian wanita paruh baya berinisial A (57), warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (Jateng), sempat bikin geger.

Pasalnya, berdasarkan hasil ekshumasi dan autopsi terhadap korban, diketahui bahwa A mengkonsumsi sate ayam yang mengandung racun tikus. Parahnya lagi, makanan itu dikirim oleh PW (40), yang merupakan menantu korban.

Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Indrawan Wira Saputra, mengatakan bahwa hasil pemeriksaan ekshumasi dan autopsi yang dilakukan Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polda Jawa Tengah, keluar pada 2 Juni 2026.

Baca juga: Polres Binjai Komitmen Berantas Kejahatan Jalanan, Tiga Pelaku Begal Diringkus

“Hasil autopsi dan hasil labfor dikeluarkan tanggal 2 Juni. Pada saat dilakukan ekshumasi memang terdapat sisa makanan di lambung korban nasi lontong, daging unggas, kacang serta cabai. Jadi sate itu dimakan oleh korban,” kata Indrawan dalam konferensi pers di Mapolres Boyolali, Jawa Tengah, Senin (08/6/2026).

Tersangka PW mengirim sate ayam kepada korban, Senin (18/5/2026) pukul 18.16 WIB melalui aplikasi ojek online menggunakan akun milik anak kedua dari korban.

PW juga berpesan kepada driver ojol yang mengirimkan makanan supaya menyampaikan kepada korban bahwa sate tersebut merupakan kiriman dari anak kedua korban.

Menurutnya, driver ojol sempat curiga mengingat pengirim yang ditemui adalah laki-laki. Namun, akun pemesan sate ayam tersebut adalah perempuan. “Diketahui bahwa sebelum kejadian ini PW tidak pernah mengirimkan makanan kepada korban,” kata dia.

Sementara, Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra mengatakan bahwa PW ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tewasnya A, dan kini telah ditahan di Rutan Polres Boyolali.

Baca juga: Tanpa Izin dan Sosialisasi, Pembangunan Tower PT Indosat di Marelan Disorot

PW mengakui membeli sate ayam dan mencampurnya dengan racun tikus sebelum dikirim kepada mertuanya. Kematian korban pertama kali terungkap dari kecurigaan anak kedua korban.

Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Pihak keluarga menduga ada kejanggalan dalam kematian A setelah diketahui bahwa korban mengkonsumsi makanan kiriman berupa sate ayam. Kasus ini kemudian dilaporkan ke polisi hingga berujung pada pembongkaran makam demi kepentingan autopsi. (KRO/RD/KP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *