RADARINDO.co.id-Medan: Alustadz Prof Abdul Somad penuhi undangan pengurus mesjid Salman jln STM Medan hari Senin (8/8/2022) dalam rangka peringatan sepuluh Muharram.
Turut hadir mendampingi Alustadz Prof Abdul Somad Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin dan para panitia pelaksana peringatan sepuluh Muharram.
Kehadiran Alustadz Prof Abdul Somad memang sudah lama dinantikan oleh masyarakat Medan, untuk mendengarkan tausiyah yang diyakini untuk menambah keimanan dalam melakukan ibadah sehari-hari sesuai ajaran agama Islam. Masyarakat mengakui bahwa setiap tausiyah yang disampaikan oleh Prof Abdul Somad dapat menambah energi baru dalam melaksanakan ibadah sehari-hari.
Baca juga : Kapolda Sumut Pantau TKP kebakaran Hutan dari Udara
Tausiyah kali ini Prof Abdul Somad mengupas tentang apa yang akan dibawa ketika kita sudah meninggal dunia, ustadz kali ini mengupas tentang makna sedekah, dan masuk ke dalam surga nya Allah, berikut sejarah Nabi Muhammad beserta para sahabat nya dalam membesarkan agama Islam di zaman Nabi Muhammad Saw.
Ustadz Abdul Somad menjelaskan tentang alangkah menyesal dan sedihnya ketika ibu ibu memiliki kekayaan yang berlimpah, semua serba ada seperti Rumah mewah, Mobil mewah, Emas dan tabungan uang ibu pribadi hingga mencapai Rp 100 jt, tapi belum sempat bersedekah.

Atau saat ini ibu bersedekah Rp1 jt kemesjid Salam, sebab menurut panitia pelaksana bahwa mesjid Salman akan direnovasi menjadi dua lantai.
kemudian Ustadz Abdul Somad memberikan gambaran, kalau jamaah yang hadir hari masing-masing memberikan sedekah nya Rp 1jt per org maka dana yg diperoleh hari ini mencapai Rp500 jt, sebab jamaah yg hadir pagi ini jumlah mencapai 500 orang.
nah dengan dana sebanyak itu tentunya pembangunan mesjid Salman sudah dapat dimulai tutur Ustadz Abdul Somad.
Kemudian ustadz Abd Somad mengingatkan kepada para jamaah jangan nanti ibu ibu kelak menyesal. ingat hari ini Ibu memberikan sedekah nya Rp1 jt, kemudian dgn nadah sedih ustadz menyatakan seandainya besok ibu meninggal, lalu yang ibu bawa cuma sedekah Rp1 jt sajalah,
Dan sisanya tabungan ibu akan dipakai suami untuk kawin lagi, lalu spontan jamaah bapak bapak tertawa, sementara untuk jamaah ibu terdiam.
Selanjutnya Ustadz Abdul Somad menjelaskan lebih jauh kepada ibu ibu, sedekah cuma Rp1 jt tentunya itulah yang ibu bawa dalam kuburan.
Sementara rumah mewah, mobil mewah, perhiasan emas yang ibu pakai dan sisa uang tabungan ibu semuanya tinggal
Lalu siapa yang menikmatinya, yang pasti menikmati adalah pengganti ibu (Istri muda bapak) sementara ibu sudah capek menabung bertahun-tahun akhirnya dinikmati istri baru Bapak alamak.
Maka nya ibu ibu harus perbanyak sedekah sebab cuma sedekah itu yg akan bersama ibu kelak, tapi saya yakin dan percaya kalau orang Medan soal sedekah tidak diragukan lagi, tutur Ustadz Abdul Somad sembari mengacungkan jempol.
Bapak ibu yang dimuliakan Allah, insyaallah kita yang hadir pada hari semua nya akan masuk surga, cuma tergantung juga kepada amal ibadah dan sedekah nya. ustadz Abdul Somad sambil tersenyum ringan berkata,
Namun itu semua ada ketentuan nya.
Ketentuan nya antara lain adalah berupa amal ibadah yang baik, sedekah yang banyak. Kalau sedekah ibu Rp 1jt, dimedjid Salaman, ini langsung gerak secepatnya masuk surga dari pintu mana saja, kalau Rp500 ribu agak lambat sedikit jalannya.
Tapi kalau sedekah ibu cuma Rp 2000, wah kalau ini ibu jalannya seperti keonglah merambat dan ibu terpaksa singgah dulu dalam neraka. enak kali lah seloro ustadz Somad dengan modal sedekah Rp 2000 langsung cepat masuk dalam surga. Tentu berbeda dengan yg sedekah Rp1jt, sembari gelak tawa ustadz ditemani tawa para jamaah yg hadir. Tapi intinya insyaallah kita semua pasti masuk kedalam surga. Aamiin.
Baca juga : Waka Polresta Deli Serdang Melayat ke Rumah Duka Personil Yang Meninggal Dunia
Bapak ibu nabi Muhammad Saw bersama para sahabat nya dulu berperang demi mengembangkan agama Islam, mereka tidak takut kepada musuh tidak takut mati mereka berani sebab Nabi Muhammad mengatakan kepada para sahabat, Bila orang mati dalam berperang dalam mempertahankan agama Islam maka matinya itu adalah mati syahid.
Mereka semua tidak takut mati dalam mengembangkan agama Islam dan kita juga sekarang jangan merasa takut kepada siapapun ketika kita membela agama Islam, Kita juga harus berani berjihad seperti yang dilakukan nabi Muhammad Saw beserta para sahabat nya kita tidak boleh pengecut, Takbir ungkap ustadz, saut jamaah Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar. Alhamdulillah.
Dalam kesempatan yg sama Ustadz Abdul Somad melayani berbagai pertanyaan dari para jamaah yang hadir dan dari jawaban yg diberikan kelihatan para jamaah merasa puas, acara tausiyah dalam rangka memperingati sepuluh Muharram diakhiri dengan doa yg dipimpin langsung oleh Alustadz Prof Abdul Somad Batu Bara.
(RDO/RD/HSW)







