Aliansi BETA Salurkan Bantuan Tahap II untuk Korban Banjir Angkola Sangkunur

Ketua Green Justice Indonesia (GJI), Sofyan Adli, bersama Ketua JAMM serta SHI Sumut, Hendra Hasibuan, menyerahkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Angkola Sangkunur, Tapsel. (Ist)

RADARINDO.co.id – Tapsel : Tim yang tergabung dalam Aliansi Batang Toru (BETA) menembus akses sulit demi menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di Desa Bandar Tarutung dan Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Senin (12/1/2026) lalu.

Meski air luapan Sungai Batang Toru dan Sungai Malombu masih menggenangi akses jalan, rombongan tetap menyusuri lokasi menggunakan kendaraan roda empat demi memastikan logistik sampai ke tangan warga.

Baca juga: Lansia 82 Tahun di Padangsidimpuan Tewas Ditabrak Angkutan Umum

Bantuan tahap kedua ini terdiri dari makanan kering siap konsumsi, hygiene kit (perlengkapan kebersihan), serta kebutuhan dasar lainnya.

Kepala Desa Bandar Tarutung, H. Sulhan Sihombing, mengungkapkan rasa syukurnya atas kepedulian Aliansi Batang Toru ditengah kondisi warga yang masih trauma akibat banjir bandang.

“Bantuan ini sangat berarti. Saat warga masih bingung bagaimana melanjutkan hidup pasca banjir, kehadiran bapak dan ibu semua memberi harapan,” ujar Sulhan penuh haru.

Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa pemulihan pasca bencana masih terkendala akses dan sanitasi. Warga terpaksa mencuci menggunakan air sungai yang keruh karena keterbatasan air bersih.

Ketua Sarekat Hijau Indonesia (SHI) Sumut, Hendra Hasibuan, menyoroti urgensi pemenuhan kebutuhan dasar tersebut.

“Ini bukan hanya soal banjir, tetapi tentang kebutuhan dasar manusia yang belum terpenuhi seperti air bersih,” tegas Hendra.

Hal senada diungkapkan Ketua Green Justice Indonesia (GJI), Sofyan Adli. Dimana, dalam kesempatan itu dia mengingatkan bahwa bencana merupakan dampak dari kerusakan alam di hulu.

“Hal ini diperkuat dengan fakta adanya tumpukan kayu gelondongan sepanjang berkilometer di wilayah hilir Aek Rambe yang menghambat aliran sungai dan mobilitas warga,” tukasnya.

Dari Bandar Tarutung, rombongan melanjutkan perjalanan ke Kampung Tanah Lapang, Desa Batu Godang. Di dusun ini, warga masih menyimpan cerita tentang air yang datang tiba-tiba, merendam rumah, dan memutus aktivitas sehari-hari.

Baca juga: PalmCo Terapkan Standar Internasional Keamanan Informasi

Kepala Dusun Kampung Tanah Lapang, Hanto Gulo, mewakili warganya menyambut bantuan dengan mata berkaca-kaca. “Kami tidak bisa membalas apa-apa. Hanya do’a yang bisa kami panjatkan agar bapak dan ibu semua selalu diberi keselamatan,” ucapnya.

Aksi kemanusiaan ini melibatkan berbagai organisasi masyarakat sipil, diantaranya Samudera, Elsaka, SRI, GJI, Walhi Sumut, OIC, JAMM, dan SHI Sumatera Utara.

Kehadiran mereka diharapkan dapat meringankan beban warga yang kini masih bergantung pada perahu karet untuk mobilitas sehari-hari. (KRO/RD/AMR)