RADARINDO.co.id – NTT : Bocah bernama Archangels Hendrik Meo Tnunay asal Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sukses meraih juara 1 International Abacus World Competition.
Siswa kelas dua SD yang akrab disapa Nono itu merupakan anak pertama dalam sejarah Indonesia yang berhasil menjuarai kompetisi tersebut sejak berdirinya pada tahun 2003. Nono diketahui merupakan siswa SD Inpres Buraen 2, Kabupaten Kupang salah satu kabupaten termiskin di NTT.
Baca juga : Menyambut Imlek 2574 Ratusan WNI Keturunan “Serbu” Kantor PITI Sumut
Dilansir dari batastimor, dalam sebuah video yang diunggah oleh kanal Youtube Biro Umum Setda Provinsi NTT, terlihat Nono tengah memamerkan skill berhitungnya didepan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.
Nono tampak bisa menjawab semua soal matematika yang ditanyakan kepadanya. Bahkan, Nono mampu menjawab dengan cepat tanpa menggunakan alat bantu apapun. Meski dari keluarga sederhana, tapi Nono mampu meraih prestasi bergengsi.
Ibunda Nono yang bernama Nur menceritakan, keseharian anaknya memang doyan belajar. Bahkan Nono memanfaatkan setiap waktu senggangnya untuk belajar. Dari kecil, Nono memang suka belajar, setiap ada waktu santai pasti dia gunakan untuk belajar.
Baca juga : Menteri PUPR: Museum Kavaleri Harus Bernuansa Natural
Di balik kecerdasannya, ternyata Nono sering mengkonsumi daun kelor. Rahasia otak cemerlang Nono, yakni dari asupan hariannya yang berbeda dari anak kebanyakan.
Ibunda Nono mengatakan bahwa buah hatinya senang minum dan makan daun kelor. “Nono selalu mengkonsumsi daun kelor, mulai dari sayuran hingga air rebusan dijadikan air minum,” ungkap Nur.
Kebiasaan ini sudah berlangsung sejak Nono masih kecil. Sebagai petani kecil dan kondisi keuangan yang pas-pasan, orangtua Nono selalu memberi makan anaknya dengan daun kelor hingga saat ini. Apalagi, daun kelor memang sangat mudah ditemukan di kampungnya, sehingga enggak perlu membeli. (KRO/RD/BT)







