Ragam  

Dalami Kasus Digitalisasi SPBU, KPK Sorot Pengadaan Mesin EDC

RADARINDO.co.id – Jakarta : Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengadaan mesin Electronic Data Capture (EDC) guna mendalami kasus dugaan korupsi pengadaan digitalisasi SPBU PT Pertamina periode 2018-2023.

Baca juga: Sekjen DPR RI Dipanggil KPK Kasus Rumah Dinas

Materi tersebut didalami KPK saat memeriksa tiga orang saksi dalam kasus tersebut, Rabu (22/10/2025) lalu. Yakni, Eko Ramanda Hidayat selaku OSM Service Operation SDA PT Telkom Tahun 2021, Dwi Puja Ariestya selaku Direktur Sales dan Marketing PT Pertamina Lubricants, serta Aya Natalia selaku Pegawai TRG Investama.

KPK juga mendalami keterangan ketiga saksi bersama auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait aliran uang dalam kasus tersebut.

“Saksi hadir semua. Diklarifikasi auditor BPK dan penyidik KPK terkait dengan aliran uang dan keandalan produk EDC,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangannya, Jum’at (24/10/2025).

KPK telah menetapkan tersangka dalam kasus digitalisasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) PT Pertamina (Persero) tahun 2018–2023. Namun, KPK belum mengungkapkan identitas tersangka tersebut.

Dugaan korupsi digitalisasi PT Pertamina (Persero) tahun 2018–2023 muncul pertama kali dalam jadwal pemeriksaan sejumlah saksi di Gedung Merah Putih, Jakarta, pada Senin (20/1/2025) lalu.

Sejumlah saksi yang dipanggil diantaranya Agustinus Yanuar Mahendratama selaku Koordinator Pengawasan BBM di BPH Migas, Aily Sutejda selaku Head of Outbound Purchasing PT SCC, Anton Trienda selaku karyawan BUMN atau VP Corporate Holding and Portfolio IA PT Pertamina (Persero).

Baca juga: KPK Sita Hasil Sawit Senilai Rp1,6 Miliar dari Lahan Eks Sekretaris MA

Kemudian, Antonius Haryo Dewanto selaku mantan VP Sales Enterprise PT Packet Systems, Charles Setiawan selaku Komisaris PT Ladang Usaha Jaya Bersama, Aribawa selaku VP Sales Support PT Pertamina Patra Niaga.

Selain itu, Asrul Sani selaku eks Direktur PT Dabir Delisha Indonesia, serta Benny Antoro selaku mantan Direktur Sales & Marketing PT PINS Indonesia. (KRO/RD/Komp)