RADARINDO.co.id – Tanjungbalai : Komisi C DPRD Tanjungbalai menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di aula rapat DPRD Tanjungbalai, Senin (16/6/2025).
Rapat yang dipimpin Ketua Komisi C DPRD Tanjungbalai, Martin Chaniago, didampingi Sekretaris Komisi C, Nuriana Silaban, dan anggota Komisi C, Teddy Erwin, Nurul, serta Junaidi itu, berjalan alot.
Baca juga: Pengurus TP PKK dan Pembina Posyandu Tanjungbalai 2025-2030 Dilantik
Pada rapat itu, Sekretaris Komisi C, Nuriana Silaban, mempertanyakan tentang nasib buruh nelayan kepada Kadisnaker Tanjungbalai selaku dinas terkait yang membidangi ketenagakerjaan.
Nuriana menyoroti tentang upah buruh yang sangat rendah hanya Rp50 ribu dan dinilai tidak sesuai dengan resiko yang dihadapi para buruh, yakni bekerja hingga 10 hari siang dan malam.
“Untuk itu kita meminta agar pengusaha pukat apung dapat meningkatkan upah yang layak untuk para nelayan. Seperti diketahui bahwa nelayan apung bekerja selama sepuluh hari di laut dengan gaji Rp500 ribu selama 10 hari. Ini sangat miris,” ucapnya.
Atas dasar itu, Nuriana mendesak Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Tanjungbalai, M Irfan, untuk mendata para pengusaha pukat apung untuk dapat ditindaklanjuti.
Sementara, Ketua Komisi C DPRD Tanjungbalai, Martin Chaniago, menyoroti tentang banyaknya pengusaha yang tidak mempekerjakan masyarakat Tanjungbalai, seperti di minimarket.
Selain itu, banyak pengusaha yang tidak mendaftarkan buruhnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Padahal, menurut Undang-Undang nomor 13 tahun 2003 dan UU Cipta Kerja nomor 11 tahun 2020, bahwa setiap tenaga kerja wajib mendapatkan hak normatif termasuk program BPJS Ketenagakerjaan.
“Maka kembali kami minta kepada Kadisnaker untuk mendata para perusahaan yang bergerak dibidang marketing ini, dan juga semua perusahaan, baik di darat maupun laut agar kita dapat pantau dan tindaklanjuti,” katanya.
Baca juga : Khitan Aman dan Murah, dr Rano Kirman Center Solusinya
Sedangkan, Kadisnaker Tanjungbalai, M Irfan, dalam sambutannya mengapresiasi para anggota DPRD Komisi C yang peduli menanggapi permasalahan buruh.
“Saya akan lakukan pendataan semua perusahaan yang beroperasi di Tanjungbalai. Mudah-mudahan persoalan buruh di Tanjungbalai dapat kita carikan solusi secara bersama-sama dengan pengusaha,” tukasnya. (KRO/RD/HAM)







