Ini Beberapa Kebiasaan untuk Tingkatkan Kualitas Sperma

36

RADARINDO.co.id : Untuk keberhasilan kehamilan, tidak hanya berdasarkan tingkat kesuburan istri saja, tetapi juga suami. Artinya, suami juga perlu memperhatikan kesuburannya, salah satunya bisa dengan cara meningkatkan kualitas sperma.

Baca juga : Layang-layang Laga, Simbol Gesekan Sosial dalam Perspektif Demokrasi

Ada banyak faktor gaya hidup yang dapat mempengaruhi kualitas sperma. Maka dari itu, pria memerlukan gaya hidup sehat agar dapat memproduksi sperma yang ideal. Melansir sejumlah sumber, berikut beberapa kebiasaan yang bisa meningkatkan kualitas sperma.

Konsumsi makanan sehat

Makanan segar, terutama buah-buahan dan sayuran, kaya akan antioksidan dan vitamin yang membantu kesuburan. Utamanya adalah vitamin C dan E. Hindari makanan cepat saji yang diproses jika tak ingin kualitas sperma merosot.

Rajin olahraga

Rajin berolahraga merupakan salah satu kebiasaan sehat yang dapat meningkatkan kualitas sperma. Olahraga sangat baik untuk produksi sperma yang sehat. Pakar kesehatan merekomendasikan aktivitas fisik setidaknya 150 menit dalam seminggu.

Minum suplemen

Beberapa suplemen, khususnya yang mengandung vitamin D, C, E dan CoQ10, penting untuk kesehatan sperma. Namun, tak semua orang perlu mengkonsumsi suplemen. Apalagi jika Anda dapat memenuhi kebutuhan vitamin lewat asupan makanan.

Baca juga : Lamhot Sinaga Caleg DPR RI dari Partai Golkar Nomor Urut 1

Hindari memangku laptop

Jika ditaruh di pangkuan, panas yang dihasilkan oleh laptop dapat memiliki efek yang sama seperti bak mandi air panas. Oleh sebab itu, lebih baik letakkan laptop di atas meja saat bekerja.

Kurangi asupan kafein

Penelitian menemukan bahwa jumlah sperma dapat berkurang pada pria yang mengkonsumsi terlalu banyak kafein. Cobalah untuk menjaga asupan kafein di bawah 300 miligram sehari. Jika memang harus minum kopi, hindari minum kopi lebih dari tiga cangkir sehari.

Berhenti merokok

Tembakau tidak hanya mengurangi jumlah sperma, tetapi juga membuat gerak sperma jadi lamban. Tak hanya itu, merokok juga dikaitkan dengan beberapa jenis kanker. (KRO/RD/CNN)