RADARINDO.co.id-Medan: Adalah Iskandar Sembiring yang asli putra daerah asal provinsi Sumatera Utara. Tentu memiliki menjadi kebanggaan tersendiri dengan sosok yang satu ini. Selain ramah dan santun kepada semua orang.
Hal ini terbukti ketika mendapat kesempatan bincang santai bersama calon senator (calon DPD) Propinsi Sumatera Utara Iskandar Sembiring yang telah ditetapkan oleh KPU dengan nomor urut 11.
Baca juga : Polda Sumut Terapkan Standar VIP Pengamanan Kampanye Capres-Cawapres
Sosok pria ganteng dan berkumis putra asli Sumatera Utara kelahiran Kabanjahe 18 Agustus 1959 ini. Begitu lugas, gamblang, konseptual, dan disertai pemikiran yang sangat dalam saat menyampaikan visi dan misinya jika nantinya terpilih menjadi senator mewakili Sumatera Utara.
Ada 17 misi dan visi saya dalam memajukan Sumatera jika dipercaya masyarakat melalui Pemilu Tahun 2024 yang terangkum dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Suistansble Development Goals/SDGs).
Demikian diutarakan pria yang berlatar belakang Pendidikan Teknik ini memulai bincang santainya, kepada RADARINDO.CO.ID dan KORAN RADAR GROUP baru baru ini.
Aktivis CSR dan Pemberdayaan Masyarakat selama 30 Tahun yang beristrikan putri Sibolga Zahrul Warda Sabrie dan telah dikarunia 3 putra/putri selanjutnya memaparkan prinsip dan konsep SDGs.
SDGs pada hakekatnya ditujukan untuk mencari pemerataan pembangunan antar generasi yang pada masa kini maupun masa datang berdasarkan 3 kriteria yaitu : tidak ada pemborosan penggunaan sumber daya alam atau depletion of natural resources, tidak ada dampak polusi dan dampak lingkungan lainnya, dan kegiatannya harus dapat meningkatkan useable resources atau replaceable sources.
“Saya menyadari bahwa isu SDGs yang menjadi visi dan misi saya tidak cukup populis di masyarakat dan sering diabaikan oligarki yang lebih berorientasi ekonomi,” ujarnya dengan nada serius.
Agak sulit menjelaskan konsep dan prinsip SDGs kepada masyarakat, ujarnya lagi. Tetapi saya tetap menjadikan visi dan misi saya sebagai senator berdasarkan pertimbangan moral, alasan ekologis, dan alasan ekonomi mengingat SDGs memiliki peran dan fungsi yang strategis bagi kemajuan masyarakat Sumatera. Sasaran SDGs adalah upaya mewujudkan terjadinya pemerataan hasil-hasil pembangunan antar generasi (intergenaration equity).
“Pengamanan terhadap kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup (safeguarding), pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam semata mengejar pertumbuhan ekonomi, mempertahankan kesejahteraan masyarakat baik masa kini maupun masa datang (inter temporal), mempertahankan manfaat pembangunan ataupun pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan untuk jangka panjang, dan menjaga mutu ataupun kualitas kehidupan masyarakat antar generasi sesuai habitatnya,” ungkapnya.
Baca juga : AMPHIBI Sebut Pemko Bekasi Tak Serius Kelola Sampah
Sejatinya konsep SDGs merupakan konsep yang sederhana namun kompleks, sehingga pengertiannya sangat multidimensi dan multi interprestasi. Prinsipnya SDGs adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan generasi saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Hal ini dapat diimplementasikan melalui RUU yang menjadi regulasi operasional SDGs seperti :
- Untuk Sumber daya alam terbarukan : laju pemanenan harus setara dengan laju regenerasi (produksi lestari).
- Untuk masalah lingkungan : laju pembuangan limbah harus setara dengan kapasitas asimilasi lingkungan.
- Sumber energi yang tidak terbarukan harus dieksploitasi secara quasisustainanle yakni mengurangi laju deplesi dengan cara menciptakan energi subtitusi.
“Itu semua menjadi cakupan prinsip SDGs yaitu pemerataan, partisipasi, keanekaragaman, integrasi, dan perspektif jangka panjang,” ujarnya dengan nada optimis.
Untuk itu semua dibutuhkan strategi pembangunan di Sumatera Utara meliputi :
- Pembangunan yang menjamin pemerataan dan keadilan sosial
- Pembangunan yang menghargai keanekaragaman
- Pembangunan yang menggunakan pendekatan integratif
- Pembangunan yang meminta perspektif jangka panjang.
SDGs pada hakekatnya ditujukan untuk mencari pemerataan pembangunan antar generasi yang pada masa kini maupun masa datang berdasarkan 3 kriteria yaitu : tidak ada pemborosan penggunaan sumber daya alam atau depletion of natural resources, tidak ada dampak polusi dan dampak lingkungan lainnya, dan kegiatannya harus dapat meningkatkan useable resources atau replaceable sources.
“Saya menyadari bahwa isu SDGs yang menjadi visi dan misi saya tidak cukup populis di masyarakat dan sering diabaikan oligarki yang lebih berorientasi ekonomi. Agak sulit menjelaskan konsep dan prinsip SDGs kepada masyarakat,” cetusnya.
Tetapi saya, tandasnya lagi, tetap menjadikan visi dan misi saya sebagai senator berdasarkan pertimbangan moral, alasan ekologis, dan alasan ekonomi mengingat SDGs memiliki peran dan fungsi yang strategis bagi kemajuan masyarakat Sumatera.
Sasaran SDGs adalah upaya mewujudkan terjadinya pemerataan hasil-hasil pembangunan antar generasi (intergenaration equity), pengamanan terhadap kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup (safeguarding), pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam semata mengejar pertumbuhan ekonomi.
Mempertahankan kesejahteraan masyarakat baik masa kini maupun masa datang (inter temporal), mempertahankan manfaat pembangunan ataupun pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan untuk jangka panjang, dan menjaga mutu ataupun kualitas kehidupan masyarakat antar generasi sesuai habitatnya.
Sejatinya konsep SDGs merupakan konsep yang sederhana namun kompleks, sehingga pengertiannya sangat multidimensi dan multi interprestasi. Prinsipnya SDGs adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan generasi saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Hal ini dapat diimplementasikan melalui RUU yang menjadi regulasi operasional SDGs seperti :
- Untuk Sumber daya alam terbarukan : laju pemanenan harus setara dengan laju regenerasi (produksi lestari).
- Untuk masalah lingkungan : laju pembuangan limbah harus setara dengan kapasitas asimilasi lingkungan.
- Sumber energi yang tidak terbarukan harus dieksploitasi secara quasisustainanle yakni mengurangi laju deplesi dengan cara menciptakan energi subtitusi.
Itu semua menjadi cakupan prinsip SDGs yaitu pemerataan, partisipasi, keanekaragaman, integrasi, dan perspektif jangka panjang. Untuk itu semua dibutuhkan strategi pembangunan di Sumatera Utara meliputi :
- Pembangunan yang menjamin pemerataan dan keadilan sosial
- Pembangunan yang menghargai keanekaragaman
- Pembangunan yang menggunakan pendekatan integratif
- Pembangunan yang meminta perspektif jangka panjang.
“Strategi dan sasaran SDGs dapat dicapai jika kita semua melakukan pendekatan mencakup keberlanjutan ekologis, ekonomi, sosial budaya, politik ekonomi sektoral, dan berkelanjutan pertahanan dan keamanan,” ujarnya.
Insya Allah saya akan selalu mendedikasikan tugas dan fungsi senator melalui konsep SDGs untuk memajukan pembangunan dan masyarakat Sumatera Utara. Untuk itu saya mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Sumatera Utara dari semua kalangan dan memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjadi anggota DPD RI Periode Tahun 2024-2029, tutup Iskandar Sembiring.
Sejumlah tokoh masyarakat menyambut baik sosok Iskandar Sembiring menjadi kandidat DPD menuju senayan. Karena dinilai layak sehingga visi dan misi dapat direalisasikan di tengah masyarakat Sumatera Utara. Semoga…. (KRO/RD/SS)







