Kabar Duka Beta Hamu “Cium Pohon Sawit” Satu Orang Meninggal Dunia

267
Kabar Duka Beta Hamu "Cium Pohon Sawit" Satu Orang Meninggal Dunia
Kabar Duka Beta Hamu "Cium Pohon Sawit" Satu Orang Meninggal Dunia

RADARINDO.co.id-Simalungun: Semua yang bernyawa pasti akan mati, dan itu merupakan janji Allah yang tidak terbantahkan oleh siapa pun. Karena kematian, pertemuan atau jodoh dan rezeky hak preogratif Allah.

Demikian halnya kejadian dialami penumpang bus Beta Hamu. Ternyata Tuhan punya keputusan lain yakni salah satu penumpang Erita br Matondang (64) warga Parahot Kelurahan Pematang Simalungun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun meninggal dunia.

Baca juga : Dua Maling Kotak Infaq Mendekam di Penjara Polsek Medan Timur

Karena bus yang tumpangi BK 74XX TL menabrak pohon sawit di Jln Umum km 23,5-24 jurusan Siantar- Perdagangan tepatnya Lingkungan 12 Suka Rakyat 1 Kelurahan Kerasaan 1 Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, Rabu (15/9/2021) pukul 15.00 Wib.

Selain itu satu penumpang mengalami luka berat, Mesia (51) warga Huta Manrayat II Nagori Man Rayat Bayu, Kecamatan Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun serta dua lagi mengalami luka ringan, Mesra br Silalahi (42) warga Dusun Pulau Gundur Nagori Sumbul Tengah, Kecamatan Tigalingga Kabupaten dan Kernek Togi Siadari (17) warga Jalan Tangki Lorong 20 Kelurahan Naga Pita Kecamatan Siantar Martoba Kota Siantar.

Sedangkan Supir Hamonangan Saragih (67) warga Jalan Tangki Lorong 20 Kelurahan Nagavita Kecamatan Siantar Martoba Kota Siantar selamat dari kecelakaan tersebut.

Berdasarkan keterangan sumber, Beta Hamu melaju kencang dari arah Perdagangan menuju Kota Siantar.

Bus Beta Hamu berusaha hendak mendahului mobil yang berada didepan satu jurusanya. Saat itu bus Beta Hamu itu menabrak lubang yang berada di sisi kanan jurusanya sehingga oleng dan tidak terkendali lalu menabrak pohon sawit yang berada diberam jalan sebelah kanan jurusanya.

Warga setempat menolong dengan membawa penumpang Erita br Matondang kondisi luka berat ke salah satu rumah sakit di Kota Siantar. Namun meninggal dalam perjalanan.

Salah seorang saksi mata mengatakan supir bus Beta Hamu terlalu tergesa-gesa mengakibatkan hilang kendali.

“Mestinya supir Beta Hamu gak usah memotong dulu, karena di sebelah kanan ada lubang sementara kecepatan tinggi. Makanya oleng dan langsung nubruk pohon”, ujar saksi yang tidak mau disebutkan namanya.

Padahal, ujarnya lagi, jalan lah sudah rusak eh malah maen tanjap gas aja. Gak terhindari langsung “mencium pohon sawit” di beram jalan, ujar saksi mata.

Baca juga : PW SNNU Sumut tandatangani MOU bersama Marsekal Pertama TNI

Sementara itu, Sat Lantas Polres Simalungun datang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti Bus Beta Hamu kondisi ringsek beserta supirnya Hamonangan Siadari.

“Kejadian tabrakan itu sedang ditangani untuk dilakukan penyelidikan kemudian diproses sesuai posedur,” kata Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Hendrik F Aritonang melalui Kanit Laka IPTU Jonni F Sinaga.(KRO/RD/Tim)