RADARINDO.co.id – P Sidimpuan : Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXV Tingkat Kota Padangsidimpuan Tahun 2026 yang digelar di Terminal Palopat Jalan Tengku Rizal Noerdin Pijorkoling, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, resmi ditutup, Minggu (24/5/2026).
Walikota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, SKM, M.Kes menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan MTQ XXV.
Baca juga: Sepakat Berdamai, PTPN Setujui Restorative Justice Kakek Mujiran
Ia menegaskan bahwa MTQ bukan hanya ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga media dakwah dan pendidikan umat untuk melahirkan generasi Qur’ani yang mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini kita berharap lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu memahami serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Letnan Dalimunthe.
Walikota juga menyampaikan selamat kepada para pemenang dan berharap mereka dapat menjadi duta terbaik Kota Padangsidimpuan di tingkat provinsi hingga nasional. Ia turut memberikan motivasi kepada peserta yang belum meraih juara agar tetap semangat mencintai dan mempelajari Al-Qur’an.
Pada MTQ XXV tahun ini, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan berhasil meraih gelar Juara Umum. Posisi Juara II diraih Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, disusul Padangsidimpuan Batunadua sebagai Juara III, Padangsidimpuan Hutaimbaru Juara IV, Padangsidimpuan Angkola Julu Juara V, dan Padangsidimpuan Utara Juara VI.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Erwin Kelana Nasution, S.Pd., M.A mengatakan bahwa MTQ merupakan instrumen penting dalam membangun karakter bangsa dan memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah tantangan modernitas.
Baca juga: Absensi Pegawai Puskesmas Situmeang Dimanipulasi, KTU Diduga Terima ‘Upeti’
Menurutnya, momentum MTQ harus menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, menjaga toleransi, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Meraih juara bukanlah tujuan akhir dari pelaksanaan MTQ ini. Yang terpenting adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dapat ditransforma,” ujarnya. (KRO/RD/Thoms)







