RADARINDO.co.id – Taput : Absensi sejumlah pegawai Puskesmas Situmeang di Jalan Pendidikan, Kelurahan Situmeang Habinsaran, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), diduga dimanipulasi. Dugaan pemalsuan kehadiran tersebut disinyalir melibatkan oknum Kepala dan KTU.
Menurut keterangan sumber secara tertulis, Selasa (26/5/2026), para pegawai/staf Puskesmas Situmeang, datang hanya presensi saja kemudian langsung pulang alias bolos kerja.
Baca juga: Kepala dan KTU Puskesmas Situmeang Diduga Manipulasi Absensi
Sumber menyebut, KTU Puskesmas Situmeang berinisial H diduga menerima ‘upeti’ dari sejumlah pegawai untuk mengesahkan kehadiran atau mengisi absen. Dugaan suap tersebut disinyalir melibatkan Kepala Puskesmas.
Padahal ungkap sumber, para pegawai/staf tersebut hanya datang presensi saja dan langsung pulang tanpa melakukan kewajibannya melayani masyarakat.
“Mereka (pegawai/staf) datang pagi hanya presensi saja dan langsung pulang. Kemudian, sore datang lagi absen presensi. Diduga, mereka telah menyuap KTU agar kehadirannya di sah kan,” ungkap sumber yang enggan disebut namanya itu.
Menurut sumber, meski sejumlah pegawai/staf tersebut tidak melakukan kewajibannya melayani masyarakat selama berminggu-minggu, namun tidak ada pemotongan TPP. Bahkan katanya, sang KTU sendiri jarang masuk kantor.
“KTU sendiri jarang di tempat dan tidak ada pemotonganTPP. Parahnya lagi, siapa yang dekat dengan KTU, absensinya bersih. Ada beberapa staf puskesmas yang diduga memberikan uang suap kepada KTU,” ujarnya.
Baca juga: Masuki Purna Tugas, Asisten Administrasi dan Umum Tanjungbalai Pimpin Apel Pagi
Atas dasar itu, pihak terkait, diminta untuk mengusut kasus dugaan manipulasi absensi di pusat kesehatan yang berada di Jalan Pendidikan, Kelurahan Situmeang Habinsaran, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) tersebut.
Hingga berita ini dilansir, Kepala Puskesmas Situmeang Habinsaran maupun KTU, serta pihak-pihak lainnya yang disinyalir terlibat dalam dugaan suap manipulasi absensi di puskesmas tersebut, belum terkonfirmasi untuk dimintai tanggapannya. (KRO/RD/Tim)







