Kejatisu Diminta Periksa Pengadaan Boiler di PT SAN Sebesar Rp 7.667.812.000

116

RADARINDO.co.id – Medan : Puluhan massa mahasiswa yang tergabung dalam Barisan Mahasiswa Pengawal Keadilan Provinsi Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) Jalan A H Nasution Medan, beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Massa Minta Usut Dugaan Penyimpangan Pengadaan Boiler Senilai Rp 7 Miliar Lebih

Dalam aksi tersebut, massa mahasiswa meminta pihak Kejatisu agar memeriksa adanya dugaan penyimpangan yang terjadi ditubuh salah satu perusahaan plat merah.

Lembaga penegak hukum Kejati Sumut diminta untuk mengusut dan memeriksa dugaan penyimpangan pada pekerjaan pengadaan serta pemasangan 1 unit boiler berbahan bakar cangkang kapasitas 6000kg/h combination di PT. Sarana Agro Nusantara yang dilaksanakan oleh PT. Ginstak Engineering bernomor SAN/DIR/SP/15/V/2019 dengan anggaran sebesar Rp. 7.667.812.000.

“Dimana PT. Sarana Agro Nusantara sudah berubah nama menjadi PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara. Patut diduga mesin yang sudah dibeli tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya,” teriak Ali M Siregar salah seorang massa aksi dalam orasinya.

Mereka juga membeberkan perihal dugaan penyimpangan dalam pelaksaan pekerjaan pembangunan eks kantor PT. Sarana Agro Nusantara tersebut dengan anggaran Rp1 miliar lebih.

“Kami juga meminta kepada pihak Kejati Sumut untuk memeriksa proses pembangunan gedung kantor yang patut diduga terjadi KKN,” beber Ali.

Selain itu, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara juga diminta untuk memanggil dan memeriksa siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan pengadaan dan pemasangan 1 unit boiler berbahan bakar cangkang kapasitas 6000kg/h combination, diantaranya Dirut PT. Sarana Agro Nusantara, berinisial TR, kemudian PPK, PPTK, Ketua Panitia Lelang berinisial LS dan rekanan pelaksana berinisial MS.

“Segera periksa siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut,” tegas massa aksi.

Aksi para mahasiswa tersebut ditanggapi pihak Kejati Sumut, Juliana Sinaga mewakili Penerangan Hukum. Dalam tanggapannya, Juliana mengatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti tuntutan massa aksi dan akan disampaikan ke pimpinan.

Baca Juga : Harga Kebutuhan Sembako di Medan dan Belawan Melambung

“Tuntutan mahasiswa akan saya sampaikan ke pimpinan dan agar dibuat laporan resmi sehingga bisa segera ditindaklanjuti lagi oleh Kejati Sumut,” jelasnya.

Usai mendapat penjelasan dari Juliana Sinaga, massa mahasiswa membubarkan diri secara tertib.

(KRO/RDTim)