Komisi VI DPR RI Setujui BUMN Dapat Suntikan Modal PMN Rp73 Triliun, Apakah Layak?

53

RADARINDO.co.id – Jakarta : Kabar pemberian modal kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp73,26 Triliun kembali menjadi buah bibir. Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada BUMN di tahun 2023 itu telah direstui Komisi VI DPR.

Baca Juga : Kapolres Minta Hewan Ternak Masuk ke Padang Sidempuan Tak Terjangkit PMK

Menteri BUMN Erick Thohir mengajukan PMN disetujui untuk masuk ke dalam RAPBN 2023. Dengan perincian terdiri dari PMN tunai Rp69,82 triliun dan PMN non tunai RpRp 3,44 triliun.

Ada sekitar 10 perusahaan BUMN yang menerima PMN ini. Komisi VI setujui usulan penyertaan modal negara tahun 2023.

Demikian dikemukakan Mohamad Hekal yang memimpin rapat dengan Meneg BUMN Erick Thohir, Senin (4/7/2022).

Komisi VI DPR juga menyetujui rencana aksi korporasi dengan metode privatisasi right issue di tahun 2022. Setidaknya ada 7 perusahaan BUMN yang akan melakukan penyuntikan modal lewat right issue di tahun 2022.

Dalam proses pengajuan pengusulan PMN 2023 dalam RAPBN tahun anggaran 2023 bisa saja terdapat perbedaan terkait nilai dana, tujuan pendanaan, dan atau entitas BUMN dengan yang diputuskan di Komisi XI atau Badan Anggaran.

Menteri BUMN Erick Thohir sendiri memastikan, perusahaan pelat merah yang direstui PMN nya akan menggunakan suntikan modal tersebut dengan sebaik-baiknya dan penuh dengan kehati-hatian.

Erick menyebut, kontribusi BUMN terhadap negara selama tiga tahun terakhir sebesar Rp1.200 triliun yang terdiri dari pajak, dividen, dan bagi hasil.

Sementara pada sepuluh tahun terakhir, BUMN telah memberikan kontribusi mencapai Rp4.000 triliun lebih.

“Kita akan terus berusaha meningkatkan dividen kami pada 2023-2024. Dilihat dari data, 2022 ini Rp39,7 triliun, Insya Allah tahun 2023 bisa naik ke Rp43 triliun dan bahkan 2024 targetnya kurang lebih Rp50 triliun.

BUMN yang mendapatkan suntikan modal negara atau PMN Tunai antara lain:

1. PT. PLN Rp10 triliun yang akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan untuk sektor pembangkit, tranmisi, gardu induk dan distribusi, termasuk di dalamnya pelaksanaan prorgam listrik desa dan pembangkit EBT (penugasan).

2. PT. LEN Industri (Holding Pertahanan Defend ID) Rp3 triliun yang akan digunakan untuk pembangunan fasilitas dan peningkatan kapasitas produksi radar, pesawat, kapal, amunisi, medium tank, kendaraan tempur, dan modernisasi senjata (pengembangan usaha).

3. PT. Rajawali Nusantara Indonesia atau Holding Pangan ID FOOD sebesar Rp2 triliun yang akan digunakan dalam rangka memperbaiki struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas usaha perusahaan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional (pengembangan usaha).

4. PT. Hutama Karya Rp30,56 triliun yang akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan tol Trans Sumatera (JTTS) yang terdiri atas PMN konstruksi Jalan Tol Trans Sumatera tahap I dan II.

5. PT. Aviasi Pariwisata Indonesia atau Holding Pariwisata InJourney Rp9,5 triliun yang akan digunakan untuk penguatan permodalan dalam rangka restrukturisasi, pengembangan infrastruktur pariwisata dan infrastruktur aviasi, serta pembebasan lahan dan penyelesaian proyek kawasan KEK Mandalika (penugasan dan pengembangan usaha).

6. PT. Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (IFG) Rp6 triliun yang akan digunakan untuk pelaksanaan penugasan penjaminan KUR yang dijalankan oleh PT. Jamkrindo dan PT. Askrindo (penugasan).

7. PT. KAI Rp 4,1 triliun yang akan digunakan dalam rangka memenuhi setoran modal porsi Indo untuk penambahan pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

8. PT. Reasuransi Indonesia Utama Rp3 triliun yang akan digunakan dalam rangka perbaikan tingkat kesejhatan untuk mendapatkan rating inter guna penguatan kapasitas bisnis perusahaan (pengembangan usaha).

9. Perum Damri Rp867 miliar yang akan digunakan dalam rangka penyediaan armada untuk penugasan perintis, KSPN, armada bus listrik, untuk perkiraan melalui buy the service dan untuk meningkatkan kapasitas bisnis perusahaan (penugasan dan pengembangan usaha).

10. Perum Airnav Indonesia Rp790 miliar yang akan digunakan dalam rangka mencapai seamless air traffic management (ATM) di kawasan regional serta mendukung program strategis pemerintah melalui modernisasi ATM sistem (penugasan).

Baca Juga : PTPN III dan PT. KINRA Sukses Adakan Sosialisasi Pembuatan Pagar Kepabeanan KEK Sei Mangkei

Penerima PMN Non Tunai antara lain:

1. PT. LEN Industri atau Holding Pertahanan Defend ID sebesar Rp838 miliar yang akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan perbaikan kinerja perusahaan.

2. PT. Rajawali Nusantara Indonesia atau Holding Pangan ID Food sebesar Rp2,6 triliun yang akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan perbaikan kinerja perusahaan.

Suntikan modal negara yang diberikan kepada BUMN sebesar Rp73,26 Triliun yang mendapat persetujuan Komisi VI DPR RI masih menjadi buah bibir publik. Informasi berkembang kelayakan itu masih dalam penelusuran sejumlah pihak.

(KRO/RD/Detikfinance)