RADARINDO.co.id – Batu Bara : Lembaga Pengawasan Peredaran Minyak dan Gas (LP2 Migas) Kabupaten Batu Bara, bekerjasama dengan Pertamina serta Kementerian Kelautan dan Perikanan, mencanangkan program penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.
Hal tersebut dilakukan pihak LP2 Migas Kabupaten Batu Bara, yang dimotori Syamsul Pane, sebagai upaya untuk mempermudah para nelayan dalam mendapatkan kebutuhan BBM jenis solar. Dimana, belakangan ini tepatnya sejak sekitar tahun 2011, nelayan di Batu Bara cukup kesulitan mendapatkan solar.
Baca juga: Gaji Ratusan Satpam Outsourcing PTPN II Disunat PT PSB
Tentu saja, aksi baik tersebut disambut hangat masyarakat nelayan Batu Bara, khususnya di Kecamatan Tanjung Tiram, Talawi, dan Kecamatan Nibung Angus. Mereka sangat mendukung dan mengucapkan terimakasih kepada selaku Lembaga Pengawasan Peredaran Minyak dan Gas (LP2 Migas) Batu Bara, terkhusus Syamsul Pane, yang telah peduli terhadap masyarakat nelayan.
“Belakangan ini, nelayan Batu Bara yang sulit mendapatkan minyak solar untuk berangkat ke laut. Namun, kini dengan kehadiran pak Syamsul Pane, kebutuhan solar jadi lebih mudah kami dapat. Semoga hal ini dapat terus berkelanjutan, sehingga kami tidak terkendala lagi untuk berangkat melaut,” ucap salah seorang nelayan dan diamini masyarakat nelayan lainnya, Minggu (15/12/2024).
Sementara, Syamsul Pane, menjelaskan bahwa hal tersebut dilakukan guna menjawab keresahan nelayan soal mendapatkan solar. Atas dasar itu, dirinya merasa terpangil untuk mendirikan SPBUN di Kecamatan Tanjung Tiram.
Baca juga: Heboh, Suami Ditemukan Tewas Tergantung dan Istri Tergeletak
“Sebagai Lembaga Pengawasan Minyak dan Gas, saya mencoba menyelaraskan dengan program Pemerintah Pusat bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan. Saat ini sedang dibangun SPBUN di Tanjung Tiram. Program Pemerintah Pusat sendiri adalah membangun 421 titik di seluruh Indonesia. Kini, salah satunya sudah terjawab di Kabupaten Batu Bara,” terang Syamsul.
Dijelaskannya, berdirinya SPBUN di Dusun XI, Desa Suka Maju, Kecamatan Tanjung Tiram ini, membuktikan kepedulian Syamsul sebagai putra daerah Tanjung Tiram atas nasib nelayan. (KRO/RD/AN)







