Masyarakat Karo Sembiring Milala Minta Dinas Pariwisata Segera Bangun Kembali Tempat Keramat

Masyarakat Karo Sembiring Milala Minta Dinas Pariwisata Segera Bangun Kembali Tempat Keramat
Masyarakat Karo Sembiring Milala Minta Dinas Pariwisata Segera Bangun Kembali Tempat Keramat

RADARINDO.co.id- Namo Rambe: Terkait pengerusakan tempat keramat permandian (putri hijau) di Dusun Satu, Desa Deli Tua Kuta, Kecamatan Namo Rambe, Kabupaten Deli Serdang.

Untuk itu, masyarakat Karo Sembiring Milala (Simantek) pendiri kampung, meminta kepada Dinas Pariwisata dan Budaya harus segera membangunkan kembali rumah Keramat yang diobrak- abrik oleh pemerintah terkait.

Baca juga : PT. TPL Distribusikan 7.300 Unit Vaksin Booster Dukung Pariwisata Se-Kawasan Danau Toba

Karena sebagian besar suku karo mempercayai sebagai tempat persinggahan putri hijau dan para leluhur dari jaman kerajaan.

Kini suadah di hancurkan oleh pihak pemerintahan terkait. Apa bila keinginan masyarakat karo sembiring milala simatek/ pendiri kampung tidak dindahkan maka kami akan mengadakan aksi demo di kantor Gubernur Sumut.Demikian informasi yang berhasil dihimpun wartawan KORAN RADAR GROUP, Biro Deli Tua, Nardi, baru baru ini.

Sementara itu Dalanta Rukur Tarigan mengaku sebagai pekerja Dinas Pariwisata dan Budaya Pemprop Sumut mengatakan kepada media tujuan pemerintah bukan untuk di rusak.  Perencanaan pemerintah tersebut akan di buat tempat pertamanan dan akan di tata dan di kelolah dengan sebaik -baiknya.Dilain sisih Dalanta Rukur Tarigan juga merasa keberatan kerena tempat keramat di ratakan.

“Tetapi mau gimana lagi itu sudah menjadi kebijakan pemerintah”, ujar Dalanta Rukur Tarigan.Ditempat yang berbeda, salah seorang tokoh pemuda masyarakat Karo, di Labuhanbatu Sehat Sembiring, ST yang juga Pemimpin Perusahaan RADARINDO.co.id menyesalkan pengerusakan tempat keramat di Dusun Satu.

Baca juga : Sekelompok Pemuda Cabuli Anak di Bawah Umur di Karo

“Sesungguhnya tempat keramat tersebut bisa dijadikan sumber peningkatan PAD Pemkab Deli Serdang. Oleh karena itu Dinas Pariwisata dan Budaya agar memberi perhatian khusus. Bagaimana pun tempat itu memiliki sejarah,” ujar Sehat Sembiring, ST yang juga owner KORAN RADAR GROUP.(KRO/RD/NARDI)