Nolak Diajak Malam Pertama, Pengantin Wanita Malah Kabur Bersama Pria Lain

RADARINDO.co.id – Bengkulu : Setiap pasangan pengantin, tentu saja malam pertama adalah “sesuatu” yang paling ditunggu-tunggu. Namun tidak bagi pasangan pengantin berinisial YF dan istri yang baru dinikahinya berinisial IK.

Betapa tidak, harapan YF untuk menikmati malam-malam indah dengan istrinya sirna karena sang istri tercinta bersama lelaki lain berinisial ID, yang merupakan seorang mantan Kepala Desa Air Putih, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.

Baca juga : Sadis, Wanita Ini Tega Sumpahi Putrinya Sulit Melahirkan

YF tak menduga, istrinya pamit membeli bedak ke warung, hanyalah modus sang pujaan hati untuk kabur bersama pria lain.

Dilansir dari radarutara, awalnya resepsi pernikahan yang digelar pada 29 Desember 2022 lalu itu berjalan lancar. Bahkan, pengantin wanita tak terlihat merencanakan sesuatu. Pasalnya, Ia masih terlihat selalu tersenyum semringah saat menyambut tamu yang memberinya ucapan selamat, atas pernikahannya.

Namun, usai resepsi, sang pengantin perempuan yang berpamitan ingin membeli bedak ke warung tak jauh dari lokasi kediaman pengantin pria di Desa Simpang Kota Beringin, Kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahiang, malah kabur dari suaminya.

Baca juga : Terekam CCTV, Istri Perwira TNI ke Hotel Bareng Oknum Polisi

Bahkan, pada malam pertama usai ijab kabul, pengantin perempuan menolak ajakan bermesraan sang suami dengan alasan yang tak masuk akal. Menurut YF, pengantin perempuan yang telah sah dinikahinya itu menyebut jika hingga malam keenam, dirinya tak boleh melakukan hubungan layaknya suami istri yang telah menikah seperti pada umumnya.

Mirisnya lagi, meski di malam pertama sempat bermanja-manja, sehari setelahnya YF justru memergoki sang istri bersama mantan Kepala Desa Air Putih sedang memadu kasih di salah satu perumahan yang ada di Kabupaten Bengkulu Tengah.

Kini, lantaran menanggung malu atas pengkhiantan sang istri yang baru dinikahinya, YF memilih melaporkan sang istri dan mantan kepala desa itu ke Polisi. “Saya sudah terlanjur kecewa dan malu. Karena bukan hanya saya saja, tapi semua keluarga saya juga dipermalukannya,” ucapnya. (KRO/RD/RDU)