RADARINDO.co.id – Medan : Paropo adalah nama sebuah desa di Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Provinsii Sumatera Utara, merupakan desa yang dikaruniai alam indah.
Desa yang berada di tepian Danau Toba dengan ketinggian 1000 MDPL itu, menawarkan sensasi wisata yang berbeda daripada lainnya.
Baca juga: Cari Solusi Terbaik untuk Warga Komplek, PT KPBN Gelar Sosialisasi
Disaat wisatawan ingin tenang, aman dan nyaman dengan fasilitas yang ditawarkan pihak penginapan dan hotel, justru wisata camping di Paropo menawarkan tantangan tersendiri bagi anak-anak muda yang berjiwa petualang serta menyukai tantangan dengan hal-hal baru.
Seperti diketahui bersama, setiap spot wisata Danau Toba yang dimiliki 8 kabupaten masing-masing mempunyai keunikan tersendiri. Paropo menawarkan eksotisme yang menawan dengan bukit dan pegunungan serta air Danau Toba yang biru.
Menuju Paropo dari Kota Medan dengan waktu tempuh 4 jam sejauh 130 kilometer, mata akan dimanjakan dengan indahnya alam pegunungan dengan udaranya yang segar.
Untuk tiket masuk ke Paropo, para pengunjung harus membayar Rp20 ribu untuk sepedamotor dan biaya lapak tenda sebesar Rp30 ribu. Oleh pihak pengelola sudah dipersiapkan sarana sanitasi kamar mandi dan toilet.
Pengunjung yang sudah terbiasa mendaki gunung atau berkemah tentu sudah mempersiapkan segala keperluan seperti Slepping Bag, Nesting Set, Tenda Camping serta logistik untuk beberapa hari.
Meski tersedia kantin yang siap melayani, tetapi rasanya kurang puas jika tak membawa kopi Arabica Grade One, Teh, Gula, mie instan, beras, Sarden serta berbagai snack untuk camilan.
Salah seorang pengunjung bernama M. Taufan Chaniago (36), ayah dari 3 orang anak bersama keluarga dan rombongan, berangkat ke Paropo untuk camping. “Sungguh indah pemandangan disini, seperti lukisan,” ujarnya kepada awak media ini, Minggu (11/5/2025) lalu.
Perjalanan yang melelahkan terbayar lunas sesaat tiba di lokasi Paropo. Alam yang indah dan udara yang segar seolah menjadi obat penawar letih.
Baca juga: DPD AMPI Apresiasi Kinerja Kapolres Langkat Berantas Narkoba dan Premanisme
Bagi yang hobi memancing tentu aktivitas ini menjadi sarana lepas candu dengan ikan mas dan nila yang langsung dibakar untuk lauk makan.
Saat angin tidak terlalu kencang pemancing akan memperoleh ikan yang masih segar bila beruntung. “Sudah 2 kali kesini dan bila ada rezeki kami akan kembali lagi,” pungkasnya. (KRO/RD/BS)







