RADARINDO.co.id – Langkat : Bencana alam menyisakan duka tersendiri bahkan berdampak meluas. Bukan hanya rusaknya berbagai insfrastruktur, namun sangat mengganggu dunia pendidikan.
Banjir yang melanda Pulau Sumatra, yakni Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara pada akhir November 2025 lalu, menorehkan luka mendalam, melumpuhkan fasilitas umum, ekonomi, sosial hingga dunia pendidikan.
Baca juga: Barkot BBM Ketua DPD AMPI Langkat Diduga Disalahgunakan Petugas SPBU
Sedikitnya, ada sekitar 210 gedung sekolah dasar (SD) dan lebih dari 150 gedung PAUD/TK yang rusak akibat terjangan bencana banjir, salah satunya di Kabupaten Langkat.
Air yang menggenang lebih dari dua pekan di Kabupaten Langkat kini memang sudah berangsur surut, dan sebagian warga sudah kembali dari pengungsian.
Dan tidak serta merta mereka dapat menempati rumah yang eks terendam tersebut tentu mereka disibukkan dengan membersihkan sisa sisa puing yang porak poranda akibat terjangan banjir.
“Meski bencana, pendidikan harus terus berjalan. Hancur sekolah kami ini, hampir semua alat peraga, buku serta mobiler sudah tidak bisa terpakai, ucap salah seorang guru Paud Al Farizd, bernama Dewi, Kamis (18/12/2025).
Baca juga: “Banjir Kayu Gelondongan” Bukti Nyata Eksploitasi Hutan
Namun begitu, pihaknya tidak akan menyerah atas musibah yang terjadi. Mereka terus membersihkan ruangan-ruangan kelas, agar proses belajar mengajar dapat berlanjut. (KRO/RD/Z Lubis)







