Pembunuh Mara Salem Harahap Divonis Seumur Hidup

105
Pembunuh Mara Salem Harahap Divonis Seumur Hidup
Pembunuh Mara Salem Harahap Divonis Seumur Hidup

RADARINDO.co.id – Simalungun : Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Simalungun menjatuhkan vonis seumur hidup terhadap dua pelaku pembunuhan Mara Salem Harahap alias Marsal.

Keduanya terdakwa pembunuhan yakni Sudjito alias Gito dan Yudi Fernando Pangaribuan. Putusan hakim PN Simalungun menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Sudjito dan Yudi Fernando Pangaribuan, dengan pidana penjara seumur hidup.

Baca juga : Disperindag Jember Sidak Distributor Minyak Goreng

Demikian dikatakan Ketua Majelis Hakim Vera Yetti Magdalena membacakan amar putusannya, Kamis (3/2/2022) di PN Simalungun.

Terdakwa Sudjito dinilai bersalah telah melakukan pembunuhan berencana terhadap wartawan media lokal, Mara Salem Harahap alias Marsal.

Sementara itu, terdakwa Yudi Fernando Pangaribuan yang juga dijatuhi hukuman penjara seumur hidup adalah, karyawan terdakwa Sujito di tempat hiburan malam KTV Ferrari.

Terdakwa Yudi Fernando berperan membonceng Awal Siagian untuk mengeksekusi korban (Mara Salem Harahap-red).

Sedangkan Awal Siagian sendiri yang merupakan oknum TNI AD dengan pangkat Prajurit Kepala telah meninggal dunia dalam masa perawatan di RS Putri Hijau Medan, Minggu (12/9/2021).Pembunuhan ini berawal dari pemberitaan negatif yang sering diterbitkan korban, terkait aktivitas hiburan malam di KTV Ferrari milik Sujito.

Upaya perdamaian sendiri sempat disampaikan Sujito dengan memberikan uang Rp1 juta per bulan kepada korban.Korban kembali membuat pemberitaan negatif dengan tuntutan Rp12 juta per bulan, atau dua butir pil ekstasi.

Sujito yang berang kemudian meminta Yudi Fernando Pangaribuan dan Awal Siagian, untuk memberi pelajaran kepada korban.

Baca juga : Personil Polresta DS Lakukan Olah TKP Wanita Tewas di Bekas Galian

Korban meninggal di dalam mobilnya dengan jarak beberapa puluh meter dari kediamannya di Desa Karanganyar, mengalami luka tembak di paha.Putusan hakim dinilai sudah tepat, karena membunuh secara berencans sehingga korban meninggal dunia.(KRO/RD/OM)