Pemkab Samosir Launching Gerai Kepul

72

RADARINDO.co.id – Samosir : Dalam rangka Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2024 yang mengangkat tema “Atasi sampah plastik dengan cara produktif”, Pemkab Samosir melaunching gerai kepul guna mewujudkan Gerakan Samosir Bebas Sampah.

Baca juga : Rutan Kelas 1 Medan Ikuti Kolaborasi Pembangunan Kompetensi SDM Hukum dan HAM

Launching gerai kepul itu dilakukan Bupati Samosir diwakili Asisten II Hotraja Sitanggang di Kawasan Water Front City Pangururan-Desa Pardomuan I, Rabu (21/2/2024).

Launching Kepul (start up profesional pengelola sampah daur ulang) melibatkan anak sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, organisasi perangkat daerah, masyarakat dan tokoh masyarakat. Masing-masing membawa sampah daur ulang seperti buku, kardus, botol plastik, kaleng, ember, barang elektronik rusak, sarang telur dan sampah daur ulang lainnya.

Dalam hal ini managemen kepul memberikan sembako murah atas sampah yang dibawa sesuai berat yang dapat diambil di Boot Kepul.

Kepul berupa aplikasi yang merupakan sebuah inovasi dalam upaya optimalisasi jual beli sampah yang dapat didaur ulang. Dengan menggandeng Kepul, Pemkab Samosir yakin akan dapat mengatasi persoalan sampah dan juga memberikan kesadaran dan menambah perekonomian dengan peduli sampah.

CEO Kepul, Abdul Latif Nasution mengatakan, pihaknya serius dalam penanganan sampah dengan niat utama membantu masyarakat. Kepul hadir menangani sampah agar masyarakat kecanduan mengumpulkan sampah, sembari menjaga lingkungan mendapat hasil dari penjualan sampah.

Sementara Bupati Samosir diwakili Asisten II Hotraja Sitanggang, mengajak untuk berpikir positif dan optimis bahwa Kepul akan memberi semangat baru mengatasi sampah dalam menjaga lingkungan.

Baca juga : Hadi Suhendra Raih Suara Tertinggi Dapil 2 Caleg DPRD Kota Medan

Dengan hadirnya Kepul di Samosir, Hotraja berharap dapat merubah mindset masyarakat, sehingga sadar dan mau mengumpulkan sampah dan sampah menjadi uang. Hotraja mengajak masyarakat, mewujudkan Samosir bebas sampah dilingkungan masing-masing dengan tindakan mengumpulkan sampah dan menjualnya kepada Kepul. (KRO/RD/P Simbolon)