Penyidik KPK Ngaku Ketahui Keberadaan Harun Masiku

RADARINDO.co.id – Jakarta : Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Arif Budi Raharjo, mengaku mengetahui keberadaan buronan Harun Masiku.

Hal tersebut diungkapkan Arif Budi saat menjadi saksi kasus dugaan perintangan penyidikan dengan terdakwa Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jum’at (16/5/2025).

Baca juga: Biksu Ditangkap Lantaran Larikan Dana Kuil Rp148 Miliar

Kuasa Hukum Hasto, Erna Ratnaningsih, awalnya menanyakan upaya yang dilakukan KPK untuk mencari keberadaan Harun. “Bagaimana upaya dari lembaga saudara untuk bisa mencari dan menemukan Harun Masiku?,” tanya Erna dalam persidangan.

Arif mengaku kalau dirinya ditugaskan untuk memantau keberadaan Harun Masiku, sesuai dengan SOP bahwa pemantauan itu sifatnya surveillance.

“Kami berusaha untuk berada di dekat-dekat dengan pihak yang bersangkutan atau target dari atau Pak Harun Masiku sendiri,” jawab Arif.

Arif mengatakan, pihaknya terus berusaha agar Harun Masiku tidak melarikan diri atau lepas dari pantauan KPK.

“Kami secara simultan melakukan pengamatan secara langsung, baik ketika yang bersangkutan itu kembali ke kediaman. Waktu itu beliau tinggal di apartemen Thamrin Resident, yang mana pada saat itu kami ketahui beliau bolak balik ke lokasi tersebut,” imbuhnya.

Arif pun mengaku sudah mengetahui posisi Harun, namun tak bisa menyebutkannya di persidangan. “Kami ketahui tapi kami tidak bisa sampaikan disini,” jawab Arif.

Dihadapan majelis, Arif menceritakan kembali momen terpantaunya pelaku kasus suap pergantian antarwaktu calon anggota legislatif dari PDI Perjuangan (PDIP) Harun Masiku, 8 Januari 2020. Menurut dia, saat itu adalah hari terakhir Harun Masiku tiba-tiba bisa menghilang sampai saat ini.

“Pada pagi harinya Harun Masiku terlihat. Dia keluar Thamrin Residence, dia memesan taksi, kemudian ke Grand Hyatt, itu kami pantau. Pada saat (mau) operasi tangkap tangan pukul 11 siang, saya berada di sekitar Thamrin Residence, saya ada dua tim, dua mobil dan kami dibantu tim surveillance,” kata Arif.

Baca juga: 6 WNA Diamankan Lantaran Kedapatan Langgar Aturan

Arif menjelaskan, tim penyelidik mendeteksi lokasi Harun, namun titiknya melompat-lompat. Terkadang dekat, tapi bisa juga menjauh. Arif menduga sulitnya mendeteksi lokasi pasti Harun dikarenakan yang bersangkutan kerap mengganti moda transportasi, mulai dari mobil, motor, dan taksi.

“Kami mendeteksi dari sisi update lokasi lompat-lompat, saya juga heran mengapa posisi kadang dekat dan kadang jauh. Tapi sekitar pukul 15.00, Harun ada di Grand Hyat mau masuk Thamrin Residence. Saat itu kami berjaga,” jelas penyelidik KPK itu. (KRO/RD/Lp6)